Saturday, December 18, 2021

Masa Lalu dan Kepercayaan

 

            Setiap insan di muka bumi ini pasti pernah hidup di masa lalu. Segala bentuk kegiatan baik dan buruk pernah dilakukan baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Kita tahu segala sesuatu yang kita kerjakan di masa lalu akan berdampak pada masa depan kita, entah itu setahun atau puluhan tahun yang akan datang. Tak jarang juga kita akan merasakan pengalaman tersebut pernah terjadi lagi di masa depan dan yang lebih buruknya itu berdampak pada keluarga kita sendiri, mungkin banyak orang yang menyebutnya sebuah karma. Layaknya kitab-kitab yang beredar di masyarakat sekarang tentu kebanyakan mengajarkan bagaimana perilaku orang terdahulu yang akan terjadi juga di masa kita sekarang. Jadi masa lalu memang bisa menjadi guru kita apabila kita memang ingin memperbaiki kehidupan kita. Bahkan 1 detik yang sudah kita lewati bisa kita sebut juga dengan masa lalu.

Lalu bagaimana dampak masa lalu yang bisa kita rasakan sekarang ? Banyak sebenarnya apalagi perbuatan buruk yang pernah kita lakukan di masa lalu bisa menjadi citra kuat kita di masa depan. Sebaik apapun kita berbuat di masa depan apabila kita sudah pernah melakukan hal buruk di masa lalu pasti tidak akan dipandang. Itu dampak yang sangat menyentuh mental seseorang apabila tidak bisa menerima atau ikhlas dengan perbuatannya. Kita akan di “CAP” buruk terus oleh orang-orang bahkan mungkin orang terdekat kita ketika dia tahu perbuatan buruk yang kita lakukan di masa lalu. Sedih bukan ? Tentu sedih, padahal kita sudah berniat untuk merubah diri kita menjadi lebih baik malah tidak didukung oleh orang sekitar kita. Sebagai contoh, seorang preman yang bertobat ketika dia beribadah pasti banyak omongan buruk entah itu dia pencitraan atau ingin mencuri kotak amal dan lain-lain yang dipikirkan oleh orang sekitar dia. Apabila dia tidak mampu menerimanya tentu dia akan berbuat buruk lagi bahkan bisa jadi memiliki rasa dendam kepada orang-orang yang meremehkan dia. Secara psikis memang sangat berat. Namun apabila dia mampu bertahan dari hal tersebut dia akan menjadi insan yang lebih baik dari orang yang tak pernah melakukan perbuatan buruk. Kenapa ? Karena dia sudah pernah melakukan perbuatan yang  merugikan dia, sebagai manusia hal wajar ketika tidak ingin merasa rugi, pasti dia melakukan hal tersebut.

Banyak orang-orang yang pernah melakukan hal buruk di masa lalunya ketika dia mulai berubah, dia menjadi orang yang menjadi panutan masyarakat. Karena pengalaman buruk itu bisa dia ceritakan agar orang tidak mengalami hal yang sama seperti dia. Tentunya ketika ada orang terdekat kita seperti ini janganlah kita malah berprasangka buruk apalagi malah menjauh saat kita tahu dia memiliki masa lalu yang buruk. Kita dukung dia apabila dia memang ingin berubah, berikan motivasi yang tinggi dan selalu jaga dia agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Pasti hidup kalian akan indah dan orang tersebut tentu akan sangat berhutang budi terhadap anda. Jangan takut menjadi supporting orang buruk, malah kalian akan tinggi derajatnya ketika mampu merubah manusia sampah menjadi sampah yang berguna di masyarakat.

Tuesday, December 1, 2020

Pola Kehidupan

                Hidup kadang tak bisa ditebak, kadang ke arah kiri, kadang ke arah kanan tapi seperti ada pola sebab akibat dari hal yang kita lakukan di masa lampau. Pola-pola tersebut tersusun rapi namun terkadang kita tidak sadar bahwa kita yang membuat pola tersebut. Kita sibuk menyalahkan orang lain ketika pola tersebut menyebabkan kerugian pada diri kita. Bahkan terkadang kita tidak mau mengevaluasi diri kita sendiri dan saya akui hal itu memang sangat sulit untuk dilakukan. Tapi saat pola yang kita buat menimbulkan keuntungan pada diri kita sendiri lalu kita lupa pada orang disekitar kita yang membantu membuat pola itu menjadi baik. Bahkan kita sibuk membanggakan diri sendiri yang seolah olah mampu mengerjakan suatu hal tanpa membutuhkan bantuan orang di sekitar kita. Hal inilah yang sering terjadi, bahkan sangat sulit dihindari oleh seorang yang taat agama sekalipun.

            Akhir-akhir ini saya merenungkan pola kehidupan yang saya buat di masa lampau sehingga dampaknya sangat terasa bahkan sudah 7 tahun berlalu. Tak pernah sedikit pun saya dulu berfikir jernih dengan pola kehidupan yang saya buat. Bahkan saya secara tak sadar menimbulkan dampak merugikan secara batiniah saya namun keuntungan secara duniawi saya. Kalau dilihat secara luarnya kehidupan saya bisa dibilang enak untuk pria seumuran saya. Untuk sekarang saya sudah berkeja di perkebunan kelapa sawit salah satu industri yang lagi naik daun di kala pandemi virus Corona. Sehabis kuliah saya tidak merepotkan kedua orang tua saya lagi, atas berkat doa orang tua dan mungkin orang yang pernah saya baiki maka saya tidak menganggur lagi. Diibaratkan inilah satu langkah menuju puncak hidup saya sebelum saya memiliki keluarga saya sendiri. Namun ketika semua pencapaian itu sudah tercapai masih ada saja sebuah kekosongan dalam mengisi pola kehidupan yang dibuat. Kejadian 7 tahun lah yang membuat kekosongan pola kehidupan saya. Sehingga saya tidak bisa membentuk pola kehidupan saya lagi ketika kesalahan 7 tahun yang lalu tidak bisa termaafkan.

            Mungkin ini akan menjadi beban saya dalam membenahi pola kehidupan yang saya buat. Setiap manusia pasti ada salah tinggal masalah waktu untuk kita memperbaiki kesalahan yang kita perbuat.

Saturday, September 8, 2018

PT Anglo Eastern Plantations Plc. (Part 1 – Introduce dan Rekrutmen)

         Ya setelah sekian lama akhirnya aku menulis lagi nih. Alhamdulillah tanggal 31 Agustus 2018 kemarin aku sudah merayakan hari yang sangat spesial dan sekali seumur hidupku. Mau tau apa ? GAKKK wkwk. Jadi kemarin aku sudah merayakan hari kelulusan sarjana S1 ku di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan yang paling menyenangkan lagi dalam hidupku yaitu aku langsung diterima kerja di perusahaan sawit yang notabene nya cita-citaku jika sudah lulus kuliah. Jadi aku diterima di perusahaan sawit bernama PT Anglo Eastern Plantations Plc. biasanya disingkat AEP.
            Pada tau gak apa sih PT Anglo Eastern Plantations Plc. ini ? Mungkin kalo orang Medan atau Sumatera Utara banyak yang tau nih perusahaan ini. Tapi kalau diluar sana ? Ya aku pun awalnya gak tau apa sih perusahaan ini. Jadi kali ini aku akan membahas beberapa yang aku ketahui tentang AEP.
            PT. Anglo Eastern Plantations Plc. (AEP) adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri kelapa sawit dengan produknya adalah Crude Palm Oil (CPO). Perusahaan ini didirikan di Indonesia pada tahun 1985 dengan kantor pusatnya di Britania Raya. Di Indonesia kantornya terletak di Medan, Sumatera Utara sedangkan di Malaysia terletak di Kuala Lumpur.  Awalnya perusahaan ini membeli perusahaan kelapa sawit di Indonesia yaitu PT United Kingdom Indonesia (UKINDO) yang terletak di Blangkahan, Langkat, Sumatera Utara. Kemudian berkembang mengakuisi perusahaan sawit besar lainnya di Indonesia untuk dijadikan anak perusahaannya.
            Perusahaan ini juga termasuk perusahaan terbuka (Tbk) atau dalam bahasa Inggrisnya Public Lested (Plc), jadi saham perusahaan ini tidak dimiliki oleh satu orang saja, setiap orang bisa membeli sahamnya di bursa saham Inggris. Namun untuk saat ini salah satu pemilik saham terbesar adalah perusahaan Genton International Limited. Sehingga AEP saat ini dipegang oleh perusahaan tersebut.
         Nah untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di webnya angloeastern.co.uk.
            Aku ingin membagi sedikit pengalamanku saat perekrutan di AEP. Awalnya aku daftar perusahaan ini dari aplikasi ECC UGM, jadi ini kayak aplikasi jobseeker gitu yang dibuat UGM. Kalau tidak salah aku daftarnya habis aku selesai mengurus yudisiumku sekitar bulan Mei. Awalnya sih iseng aja daftar-daftar di perusahaan kelapa sawit yang buka lowongan. Karena emang waktu itu lama sekali jarak dari aku selesai sidang sampe wisuda, sekitar 2 bulanan lebih. Awalnya pun aku gak sadar kalo aku mendaftar di perusahaan ini karena di aplikasi ECC UGM aku cuma klik lamar-lamar aja. Akhirnya ada yang memanggilku untuk tes waktu itu, tak usah kusebutkanlah namanya hehe..
            Di perusahaan tersebut aku lolos sampe tahap wawancara user tapi nunggunya lama banget sampe aku males mau lanjut tesnya. Eh akhirnya sekitar bulan Agustus 2018 awal aku di sms oleh AEP untuk konfirmasi bisa tes besok atau tidak. Wah aku langusung terkejut sewaktu ada panggilan dari AEP. Terus aku mikir-mikir lagi karena dipersyaratan kan harus membawa fotocopy ijazah sedangkan aku waktu itu belum ada ijazah. Akhirnya temanku juga menghubungiku karena dia juga dapet panggilan tes. Terus dia nanya ke aku mau ikut atau gak. Aku pikir-pikir lagi dan akhirnya aku memutuskan gak ikut tes karena emang pengen fokus satu perusahaan aja.  Setelah aku dibujuk-bujukin olehnya akhirnya aku berubah pikiran. Ya sekalian menambah pengalaman juga untuk tahu macam-macam tes di perusahaan tuh seperti apa.
            Ternyata tes di AEP dibagi menjadi 4 tahap yaitu TPA (Tes Potensi Akademik), Psikotes, Wawancara HR dan User, dan terakhir Tes Kesehatan. Seperti biasa, jika kita ikut tes pasti awalnya pihak perusahaan mempresentasikan sedikit informasi mengenai perusahaan tersebut. Waktu itu yang mempresentasikannya adalah Pak Kiswo, beliau bekerja di AEP bagian perekrutan staf.
            Ada 2 posisi yang ditawarkan AEP pada rekrutan Jawa yaitu Trainne Field Assistant (TFA) dan Trainne Mill Assistant (TMA). Kebetulan karena aku jurusan Kehutanan jadi masuk calon Trainne Field (TFA). Hari pertama tes ada sekitar 200 orang yang mengikuti tes di Instiper Jogja. Waktu itu soal TPA nya sulit bukan main. Aku pun sampai pusing melihat soalnya, apalagi di soal tersebut ada soal mengenai tentang kelapa sawit (khusus TFA) dan soal mengenai pabrik kelapa sawit (khusus TMA). Kita diberikan waktu 100 menit untuk menyelesaikan soal. Dari 2 perusahaan yang aku ikut tes, baru perusahaan inilah yang mengadakan Tes Potensi Akademik. Dilihat dari itu saja aku tahu perusahaan ini bukanlah perusahaan yang biasa. Soal-soalnya sungguh menguras otak, beberapa kali pun aku sempat terdiam melihat soal-soal seperti tes masuk perguruan tinggi dulu namun tingkatnya lebih sulit. Maklumlah semakin tua maka semakin berkurang juga kapasitas otakku hehe.. Akhirnya tes pun selesai, jika kami lulus akan di beritahu melalui sms malemnya dan juga langsung mengikuti Tes Psikotes keesokan harinya. Waktu keluar ruangan, aku sudah pesimis sekali bahwa aku gak bakal lulus karena aku lemah sekali di soal-soal yang mengenai kelapa sawit, ya di jurusanku gak belajar sama sekali mengenai kelapa sawit.
            Ketika aku tak berharap untuk bisa lolos di perusahaan ini ternyata malemnya aku di sms oleh pihak AEP, katanya aku lolos dan lanjut untuk tes keesokan harinya. Wahhhh senang bukan main aku melihat sms itu. Gak lama kemudian aku ditelfon untuk membawa perlengkapan yang harus dibawa besok, salah satunya adalah ijazah. Aku pun bingung karena aku hanya memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL). Akhirnya dengan PD nya aku mengumpulkan SKL saja hehe.. Kalau rejeki diterima, kalah gak yasudah pikirku hehe...
            Keesokan harinya kami mengikuti tahap selanjutnya. Ternyata dari kurang lebih 200 orang yang mengikuti tahap pertama, hanya sekitar 50 orang yang lolos. Weee merasa bangga juga aku mengalahkan ratusan orang lainnya. Tapi tantangan terbesar memang ada di psikotes, banyak juga orang yang gagal dalam mengikuti tes ini. Malamnya aku juga belajar sedikit untuk tes psikotes hari ini. Akhirnya tes pun dimulai, tes psikotes di AEP sangatlah lama dan paket komplit, mulai dari tes IQ, gambar-gambar gitu sampe tes koran. Kita mulai dari pukul 9 pagi dan selesai sampai jam 3 sore. Pikirlah kalian berapa banyak tes yang kami jalani untuk tes psikotes. Keluar dari tes tersebut kepalaku dah mau pecah rasanya. Lebih parah dari tes kemarin. Memang diuji ketahanan kita dalam tes psikotes ini. Sama seperti kemarin jika kami lolos maka akan diberitahu malamnya.
            Ini yang kusuka dari AEP. Tesnya tidak bertele-tele, jadi satu rangkaian langusung berturut-turut sehingga kita tidak lama menunggu. Pokoknya memang top dalam proses perekrutannya.
            Setelah kutunggu sekitar jam 9 malem, aku ditelfon oleh Pak Kiswo bahwa aku lulus dan lanjut ke tahap tes wawancara HR dan user. Wahhh senang sekali rasanya karena jika sudah sampai tahap wawancara, maka sudah sekitar 75% kesempatanmu untuk lolos. Bangga lah karena memang aku lebih suka tes wawancara dibandingkan tes tertulis yang ribett wkwk kalo wawancara kan tinggal modal speak-speak doang wkwk.. Tapi hati-hati walaupun terlihat gampang, banyak juga yang gak lolos di tahap ini karena jika tidak terbiasa maka bisa sangat sulit dalam menjalani tes ini. Aku pun langsung membuka internet untuk melihat tips-tips wawancara. Aku juga membaca sedikit banyak tentang perusahaan ini namun memang informasi yang ada di internet sungguh terbatas. Entah aku pun tak tahu kok bisa perusahaan besar seperti ini terbatas sekali informasinya.
            Keesokan harinya dengan pakaian yang sangat rapi, aku ikut tes wawancara. Dari 50an orang kemarin, hanya diambil kurang lebih 25 orang. Wawancara pun dilakukan terpisah antara TFA dan TMA. Aku pun menunggu giliran seperti yang lainnya dan akhirnya giliranku tiba. Aku lupa nama bapaknya yang mewawancaraiku tapi bapak tersebut bagus pembawaannya kepada kami para peserta. Dia tak terlihat menekan sehingga wawancara dengannya seperti mengobrol dengan teman sendiri. Banyak hal yang ditanyakan, mulai dari keluarga, pendidikan, dan paling utama alasan memilih AEP ini. Aku pun menjawab dengan tenang dan tidak terlihat terburu-buru. Setelah selesai bapak tersebut memaparkan tentang kehidupan kebun di AEP secara singkat serta menanyakan kesiapanku. Ya dengan lantang dan mantap aku jawab SANGAT SIAP PAK! heheh..
            Setelah tes wawancara, malamnya tidak langsung diumumkan karena pihak perusahaan ingin menyortir dengan sangat hati-hati dalam memilih calon staf mereka. Hal ini aku maklumi karena gak sembarang saja mereka memilih, mereka juga pasti ingin mendapatkan staf yang terbaik demi kemajuan perusahaan mereka. Doa selalu kupanjatkan kepada Allah SWT. agar aku bisa diterima. Ternyata paginya Pak Kiswo menelefon kembali, beliau bilang aku lulus untuk ke tahap tes kesehatan. Alhamdulillahhhh... aku langsung gembira sekali mendengarnya. Sudah 95% kesempatanku untuk lolos dan tergabung di AEP. Senangnya bukan main karena dari sekian banyak orang, aku bisa lolos sampai tahap terakhir.
            Tes Kesehatan sebetulnya tidak sulit karena selagi kita sehat tentu kita akan lolos. Namun yang aku takutkan adalah mataku. Aku memakai kacamata dan sudah minus 6. Tapi sekali lagi kekuasaan Allah tidak ada yang tahu. Intinya jika kalian sudah sampai ke tahap ini, perbanyaklah berdoa dan beribadah minta pertolongan kepada Tuhan serta jangan lupa minta doa kedua orang tua karena ridho Allah adalah ridho orang tua terutama ibu. Karena tes ini tidak mengandalkan otak atau kepintaran kita melainkan fisik yang sehat. Mungkin selama ini kita terlihat sehat di luar namun kita tak pernah tahu kondisi di dalam tubuh kita kan ? Jadi doa,ibadah, dan ridho orang tua kuncinya.
            Keesokan paginya aku langsung berangkat ke laboratorium yang sudah bekerja sama dengan AEP untuk mengikuti tes. Untuk macam tesnya, mungkin kalian bisa lihat di internet apa saja sih yang di tes dalam tes kesehatan, kurang lebih sama.
            Untuk tes kesehatan pengumumannya memang agak lama sekitar seminggu karena harus diperiksa detail mengenai kesehatan kita di laboratorium. Setelah lama menunggu akhirnya hari yang dinanti-nantikan tiba. Sehabis bangun tidur tiba-tiba Pak Kiswo menelfon. Apa yang dibilang beliauuu ? AKU LOLOSSSS. YEEEE. Aku langsung sujud syukur. Alhamdulillah usaha dan doa tidak menghianati hasil. Akhirnya aku bisa bergabung menjadi bagian dari PT. Anglo Eastern Plantations (Plc). Weeeee habis wisuda langusung kerja. Entah aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Kerennn deh  pokoknyaa wkwkw... Dan ternyata yang lolos hingga tahap akhir ada 13 orang.
            Intinya perusahaan ini memberikan toleransi kepada kita jika kita belum mempunyai ijazah dan diberikan batas waktu untuk mengumpulkannya. Jadi jika kalian nanti ingin mendaftar ke AEP jangan khawatir. Jika kalian percaya pada diri sendiri serta memiliki kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan, tentu AEP dengan senang hati akan memilih kalian untuk bergabung ke dalamnya.

            Inilah sedikit pengalamanku untuk mengikuti rekrutmen di AEP. Semoga bermanfaat dan kalian bisa bergabung di perusahaan kami. Kalian tak akan menyesal jika tergabung di perusahaan kami. Sukses selalu!

Wednesday, July 11, 2018

Sinopsis

     Mencoba menulis lagi setelah beberapa bulan gak nulis. Kali ini aku mencoba nulis cerpen nih. Sebenarnya ini adalah momen yang ingin aku abadikan setelah 8 tahun yang lalu mengenal seseorang yang menjadi inspirasi serta motivasiku hingga detik ini. Di dalam cerita ini memang mengambil dari cerita hidupku namun tak semuanya murni dari ceritaku, ya namanya cerita harus ada bumbu-bumbu juga kan biar menarik hehe.. Niatku disini bukan bermaksud untuk menjatuhkan, menjelekkan, ataupun hal-hal berbau negatif lainnya melainkan hanya untuk mengabadikan serta belajar menulis. Untung-untung kalo kalian yang baca senang dan terhibur. Sesuai dengan motto blog ku adalah mengabadikan momen hidup, aku berharap cerita ini kedepannya bisa menjadi pelajaran berharga untuk saya maupun kalian yang membacanya kelak. 
     Bercerita tentang 2 orang remaja SMA yang saling kenal dari suatu momen yang bisa dibilang sengaja namun bisa juga tak disengaja. Bingung kan ? Hehe.. Pertemuan tersebutlah yang membuat mereka berdua menjalin hubungan hingga ke masa perkuliahan. Tentu perjalanan hubungan mereka tak sepenuhnya mulus layaknya di cerita novel remaja lainnya. Banyak konflik yang terjadi di tengah-tengah hubungan mereka. Karakter ini diperankan oleh 1 orang laki-laki bernama Rando yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI. Serta Naya yang sukses menjadi Jaksa terkenal. Namun cerita ini diangkat sebelum mereka menjadi orang besar di negeri ini. Kisah ini juga bukan sebagai biografi kedua tokoh tersebut namun kisah ini adalah kisah perjalanan hidup manusia yang memiliki motivasi kuat dari orang yang dikaguminya. Cinta, persahabatan, kebohongan, konflik batin, perjuangan, motivasi, isnpirasi, banyak hal yang akan diangkat menyesuaikan dengan kehidupan nyata. 
     Nah mungkin itu sedikit sinopsis secara kasar cerita yang akan aku buat. Sebelumnya maaf kalau tulisannya belum sempurna karena masih tahap belajar. Kalo kata bang Tere itu tulislah apapun yang ingin kau tulis, jangan berfikir jelek atau bagus karena karya seseorang tak ada yang buruk tetapi karya yang baik adalah karya yang bisa dinikmati oleh pembacanya. 

Friday, May 11, 2018

Takut Tuk Mencinta Lagi

          Mencintai,, kata yang tak pernah aku mengerti. Kata yang menurutku tabu dalam non fiksi namun nyata bila dirasa. Hingga detik ini kata mencintai hanya aku tahu dari ustad yang bahwasanya harus mencintai Alloh SWT. lebih dari apapun. Namun bagaimana jika kau sendiri takut untuk mencintai ? Akankah kita juga tidak mencintai Tuhan yang telah memberikan kita segalanya di dunia yang katanya fana ini ?
            Semua hal di dunia bisa disebut fana bahkan sementara. Bagiku mencintai pun sama (dalam hal ini saya masih beriman sehingga kecuali pada Tuhan Yang Maha Kuasa) semuanya fana. Sehingga mencintai adalah hal yang paling menyakitkan. Kau akan lupa akan segalanya saat kau mencintai. Terkadang mencintai seseorang dapat membuat kau menjadi penjahat. Banyak bukti di berita-berita seperti calon suami yang membunuh calon istrinya, atau laki-laki membunuh perempuan, masih banyak lagi. Bahkan jika kau memiliki seorang pacar, karena kau mencintai pacarmu hingga kau menjadi seorang penyemburu. Sadis bukan ?
            Banyak hal yang menjadi penyebab mencintai adalah sebuah kejahatan. Itulah beberapa hal yang kupertimbangkan untuk mencintai seseorang. Saat mencintai adalah perasaan yang sangat enak. Kau terkadang bisa merasakan senang. Senang diperhatikan, senang ada yang menemani, senang ada yang bisa mendengarkan keluh kesahmu, bahkan senang saat kau bisa berbagi kisah menarik dengannya. Hal ini dapat memicumu untuk ingin selalu bersama. Saat inilah kau tumbuh perasaan mencintai. Jika kau sudah mencintai seseorang dengan tulus, tentu jika pasanganmu suatu saat jalan dengan orang lain apalagi dia tidak kau kenal tentu kau cemburu. Walaupun hal tersebut bisa kau tutupi namun sangat jelas terlihat di bola matamu. Lalu kau marah hingga membuat orang yang paling ingin kau jaga malah kau sendiri yang menyakitinya. Sadis kan ? Apalagi kau belum bisa mengontrol emosi yang labil. Lama-lama konflik terus terjadi hingga kau/dia suatu saat akan mengakhiri hubungan. Mencintai berubah menjadi membenci.
            Hal yang paling terasa adalah jika kau merasa bosan suatu saat sehingga membutmu meninggalkannya secara tiba-tiba. Apalagi dia menceritakan kisahmu kepada orang-orang yang bisa menjadi bumerang buatmu sendiri. Kau akan selalu di cap menjadi seorang yang suka memberikan harapan palsu. Padahal kau tak berniat seperti itu. Hingga akhirnya kau takut untuk mendekati orang lain lagi. Kau pasti takut, aku pun yakin akan seperti itu. Ada momok tersendiri bagimu yang orang lain pun tentu tak akan bisa mengerti.

            Ya semoga tulisanku yang amburadul ini ada manfaatnya walaupun hanya 0,000000001 %.

Kritik Bukan Krotok


      Mengkritik adalah salah satu cara utk menyuarakan pendapat. Jadi mengkritik bukan merasa paling benar atau paling baik dari yg lain. Namun kritik yg baik jg perlu adanya landasan jd bukan asal saja. Dan ketika ditanya, kritikus hrs bisa menjelaskan. Contoh aja deh. Ketika kamu ngetweet atau ngepost tentang seseorang (tokoh politik, artis, dll), bukankah itu trmasuk kritik? Apakah kamu merasa paling benar? Ya gak kan, kamu hny menyuarakan pendapatmu dan itu fine" saja. Atau saat dosen penguji mengomentari skripsimu, bukankah itu trmasuk kritik? Apakah dia paling benar? Ya gak kan apalagi jika ada teori yg bisa menjawab komentarnya. 
    Namun sekarang yg bny terjadi, ketika (contoh) A mengkritik soal artis tertentu dgn berbagai landasannya, lalu si B tidak suka. Hal yg terjadi adalah malah si B menyinggung si A bukan mencari teori/landasan berfikir yg bisa mematahkan kritikannya si A. Kan ini hal yg berbeda, A tidak salah utk mengkritik namun malah si B tidak suka dgn si A. Emang salah klo gak suka? Ya gak lah tapi ada baiknya kritik di balas dengan kritik bkn malah dibalas dengan kebencian. 
Seperti halnya masalah hastag, tdk masalah jika ada hastag a dgn landasannya dan hastag b dgn landasannya yg ingin mematahkan landasan si hastag a. Asalkan tetap fair kritik dibalas kritik, opini di balas opini, teori dibalas teori, bukan malah dibalas kebencian. 

Friday, April 27, 2018

Cara Menjadi Lebih Baik Versiku


Semua orang tentu ingin menjadi lebih baik. Namun tujuannya tentu berbeda-beda. Ada yang karena pacar, orang tua, teman, hingga atasan. Intinya semua itu dapat menjadi sebuah motivasi tersendiri. Aku pun berfikir, mungkinkah jika menjadi pribadi yang lebih baik atas dasar diri sendiri? Jawabannya tentu mungkin, namun bisakah itu dilaksanakan? Mungkin jawabannya tak sesuai dengan yang diharapkan.
            Menjadi lebih baik atas dasar diri sendiri tentu tak mudah. Hambatan-hambatan pun pasti terjadi di pertengahan jalan. Entah itu rasa bosan, jenuh, godaan dari teman, apapun itu tentu dapat menjadi penghalang. Aku pun pernah cerita dengan seorang pria berumur 40 tahunan. Saat itu aku bertemu beliau di smooking area bandara. Sejenak aku melihatnya seperti orang biasa. Dia merokok dan sambil melihat-lihat hp. Tiba-tiba tergerak saja hati ini untuk menegur si bapak. Dia pun tersenyum dan ramah. Hingga akhirnya kita bercerita tentang banyak hal, terutama tentang agama. Cerita berlanjut hingga naik ke pesawat. Dia pun mengajakku duduk di sebelahnya, di kursi nomor 1 padahal aku duduk di kursi nomor 7. Akhir cerita aku pun bertanya kepada si bapak, kok bisa sih menjadi orang seperti ini, paham dengan agama, menjadi direktur operasional sriwijaya, developer besar dan selalu berfikir positif. Ternyata si bapak dulunya adalah bandar narkoba. Dia pun kabur dari keluarganya dan melakukan hal yang jahat selama hidupnya. Hingga akhirnya dia bertobat pada tahun 2013, lari ke Jogja dan berhijrah. Karena pada saat itu dia banyak mendapatkan masalah hingga dia ingin menyerah dengan hidupnya.
            Aku pun merenung sejenak mendengar cerita bapak tersebut. Inilah seseorang yang bisa menjadi lebih baik atas dasar dirinya sendiri. Namun hal tersebut dapat beliau lakukan saat mencapai titik terendah manusia. Pada saat diri kita sudah pasrah dengan segala masalah yang ada. Tak ada seorang pun yang membantu, istri yang harusnya menjadi pendamping kita saat duka pun menceraikan kita, orang tua yang masih berhubungan darah pun mengusir kita, siapa lagi yang bisa membantu? Itu kata bapak tersebut. Hanya Allah SWT. yang bisa membantumu dik katanya. Niatkanlah menjadi orang yang lebih baik dengan mengingatNya. Allah SWT. tak akan memberikan cobaan yang tak bisa kau atasi namun berkat pertolonganNya juga kau bisa mengatasi masalah tersebut. Benar, karena aku dulu pernah mengalaminya saat tak diterima di perguruan tinggi manapun.
            Pertanyaan selanjutnya, ketika sudah menjadi lebih baik kenapa sulit sekali konsisten? Hal itu dikarenakan kita saat menjadi lebih baik tidak secara bertahap. Namun langsung melejit. Hingga hal tersebut membebani kita dan kita merasa jenuh lalu kembali ke jalan yang dulu. Segala sesuatu dilakukan secara bertahap mulai dari yang kecil hingga yang lebih besar. Jangan langsung besar. Contohnya kita mau memperbaiki zikir. Kita lakukan zikir 1000 kali dari awal. Namun lama kelamaan tentu kita akan berat apalagi saat ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepat mungkin. Hal ini dapat menyebabkan kita akan berhenti untuk melakukan zikir. Lebih baik kita lakukan secara bertahap, mulai dari 50 kali sehari lalu akan bertambah saat kita sudah terbiasa.

            Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi orang yang lebih baik. Namun perlu dicatat menjadi lebih baik haruslah dari diri sendiri dan karena Allah SWT. Selain itu kau akan kembali ke jalanmu yang dulu. Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik ke depan. Tinggalkan hal yang banyak mudaratnya, engkau dijauhi oleh teman tak masalah asalkan kau bisa berteman dengan Allah SWT. Percaya lah Allah SWT akan selalu membantumu.

Wednesday, March 14, 2018

Arti Sebuah Pertemanan Bagiku


     Teman ya setiap orang bahkan semua makhluk hidup tentu memiliki sebuah teman. Teman bisa di artikan makhluk hidup maupun benda mati dimana saat kita berada di dekatnya merasakan suatu perasaan aman dan nyaman. Teman juga bisa terbentuk karena adanya suatu kecocokan akan suatu hal yang membuat sebuah tali/hubungan. Bahkan teman juga dapat diartikan seseorang yang ada disaat kita duka maupun suka. Mungkin definisi teman menurut kalian tentu berbeda-beda. Tapi bagiku teman (manusia) adalah seseorang yang memiliki pola pikir yang sama sehingga saat kita bertukar pendapat, kita akan menemukan sebuah pencerahan akan suatu hal. Setiap orang yang normal tentu ingin mempunyai teman sebanyak-banyaknya bahkan terkadang ada seseorang yang rela mengeluarkan hartanya demi mendapatkan teman, entah ikatan seperti ini biasa disebut ikatan palsu. Tapi bagi saya saat berteman jangan terlalu dekat dan terlalu jauh hubungannya. Hal ini dikarenakan suatu saat tentu manusia mengalami titik jenuh dan jenuh dapat membuat pikiran menjadi tersumbat sesaat. Apabila ada suatu hal yang dapat menyinggung perasaan, maka bukan suka yang didapat melainkan konflik yang bisa menimbulkan sebuah permusuhan. Terkadang kita hidup serumah bersama keluarga pun masih memiliki konflik apalagi hidup bersama teman. Kata orang sih konflik adalah sebuah proses menuju sebuah perubahan. Tapi hal ini juga sangat sensitif ketika konflik ini tak bisa disikapi dengan kepala dingin. Kebanyakan orang pada umumnya, saat ada masalah dalam pertemanan tentu sungkan untuk mengkomunikasikannya, apalagi teman kita adalah tipe orang yang pemarah bahkan keras kepala. Kata orang sih teman yang baik itu saat pertemanan itu ada sebuah masalah ada baiknya dibicarakan, entah itu menggunakan kata-kata kasar atau dengan kata-kata yang halus, namun hal tersebut mudah diucapkan tapi sulit dilakukan karena naluri setiap manusia yang ingin menjaga perasaan kepada orang lain. Namun bagiku saat berteman ada baiknya sesekali diberi jarak. Jarak dalam konteks ini adalah diberikan ruang untuk tidak bertemu dalam waktu tertentu sehingga hal tersebut juga dapat menimbulkan efek positif rasa rindu. Biasanya ketika seorang teman sudah lama tak bertemu tentu mereka akan saling bercerita panjang tentang hal-hal yang dilewatinya sehingga tali pertemanan itu lebih erat. Untuk itu bagiku perlu adanya jarak di antara pertemanan untuk tak bertemu dalam waktu tertentu agar tali pertemanan tetap terjaga.

Monday, January 1, 2018

Fungsi Media Sosial Jaman Now

Ya banyak hal yang terjadi sejak era Jaman Now muncul. Semua orang rasanya bebas melakukan apapun di dalam media sosial. Baik muda sampai tua bisa berpartisipasi di dalam media sosial. Mereka bebas untuk membagikan informasi atau sekedar berpartisipasi di dalamnya. Namun menurutku di dunia virtual itu sama aja dengan dunia nyata yang terikat dengan norma yang ada. Banyak hal yang dilakukan oleh setiap orang mulai dari membagikan kebahagiaannya melalui instagram, curcol mengenai kegelisahannya di twitter, hingga melakukan penipuan di facebook. Lihat ? Dunia virtual dan dunia nyata hampir sama, namun bedanya kalo di dunia virtual kita tidak berjumpa dengan orang secara langsung. Hal inilah terkadang membuat orang-orang yang tak percaya diri di dunia nyata malah lebih menikmati kehidupannya di dunia virtual ini. Terkadang mereka memiliki karakter yang berbeda dengan dirinya di dunia nyata. Misalnya di dunia nyata dia adalah seorang pecundang yang selalu di bully namun di dunia virtual bisa jadi dia adalah sebagai gamers terhebat. Apalagi di media sosial, banyak juga orang yang kesehariannya bersikap cabul namun pas di media sosial dianya sok bijak bahkan alim banget hampir ngalahin nabi (lebayyy). Inilah terkadang membuat media sosial di penuhi dengan kebohongan yang beredar karena tak sesuai dengan fakta yang ada. Bahkan ada juga orang-orang yang mengumbar-umbar kebaikannya di media sosial dengan cara membuat kata-kata indah nan puitis seolah mereka bisa menilai sesuatu yang buruk melebihi penilaian Tuhan. Seolah juga mereka mengerti dengan perbuatan orang lain layaknya seorang malaikat di kiri dan kanan. Lalu mereka terkadang mengatasnamakan “mengingatkan diri sendir/self reminder” di akhir kata-kata puitis mereka. Padahal di dalam hatinya dia membicarakan temannya, namun di media sosial, dia seolah-olah sering refleksi akan kesalahan yang bahkan tak pernah dia perbuat. Sungguh miris melihat tingkah netijen-netijen yang kayak gini. Saya berfikir kalo memang mereka ingin mengingatkan diri sendiri lebih baik kata-kata tersebut dia salin di kertas dan ditempel di jidat biar selalu inget. Saya berfikir bahwa dengan tingkahnya yang seperti itu bahkan membuat dia dinilai sok suci oleh orang banyak. Ya lebih baik orang yang berperilaku tak baik daripada orang yang sok alim padahal dia sendiri ingin riyak dan munafik.
            Namun perilaku yang tak baik sebaiknya juga tidak dilakukan karena di dalam agama pun, ketika kita berperilaku yang tak baik maka akan membuat dosa. Saya sangat sepakat dalam hal ini. Mungkin setiap orang tentu tak luput dari dosa, alangkah lebih baiknya untuk memperbaiki kualitas diri sendiri terlebih dahulu daripada sibuk nulis nasihat untuk diri sendiri padahal ngomongin orang lain di media sosial.

SALAM GAK ADA GAWE!

Saturday, December 23, 2017

Aku (Episode 2)

Haloo lagii. Nah kali ini aku akan menceritakan masa-masa kecilku dulu. Ya namanya manusia pasti kan pernah jadi anak kecil, gak mungkin juga aku lahir langsung besar gini ha ha. Ini aku akan bahas seingetku saja ya soalnya agak lupa-lupa gitu. Entahlah ya kenapa masa-masa kita kecil tuh susah banget untuk diingat 100%, padahal kan lucu banget kalo bisa dingat.
Waktu aku kecil, aku tinggal di rumah mbahku di Sianjur 1, daerah Lemabang, Kota Palembang. Mungkin dulu orang tuaku belum punya rumah, apalagi itu kan ayah dan ibuku baru aja nikah. Jadi mereka mulai dari 0 banget. Aku dulu cucu kesayangan mbah Putriku (Alm.), dia seneng sekali mengajak aku main terus pake bahasa Jawa gitu dan gak paham ha ha. Tapi mbah Putriku sangat baik banget, aku salut banget sama dia walaupun gak ada uang tapi kalo untuk cucu nya pasti ada aja uang meski gak banyak. Dibanding mbak Kakungku yang agak pelit (maaf mbahh wkwk). Gak lama dari itu adikku pun lahir. Menurut Ibuku sih, dulu aku sayang banget sama adikku Puspa (Yang nomor 2). Tapi entah kenapa semakin besar semakin sering berantem juga ha ha. Ya mungkin namanya sodaraan kan ya.
Tahun-tahun berlalu. Aku pun semakin besar dan sudah siap menempuh pendidikan. Jadi aku dulu di sekolahin TK di Yayasan IBA. Jaman dulu sekolahnya serem banget gak seperti sekarang yang sangat modern dan bagus sekali. Jaman dulu menyeramkan sekali. Terus kata Ibuku juga dulu aku anak Ibu banget. Kalo ditinggal Ibu aku pasti nangis. Jadi pernah kan aku ditinggal oleh Ibuku pas TK, terus aku tahan kabur dari TK untuk nyariin Ibuku loh. Guru-guruku semuanya panik ngeliat aku gitu. Tapi alhamdulillah aku gak diculik atau diapain kan oleh orang jahat. Akhirnya Ibuku gak pernah lagi ninggalin aku. TK 2 tahun kayak S2 menurutku cuma 2 tahun doang  he he, setelah lulus TK akhirnya aku di sekolahin di SD IBA. Deket deket situ sih gak jauh wkwk.
Dulu inget banget kalo sekolah, aku dan adikku di anter Ibu naik angkot. Ya masa-masa kecilku memang jarang diasuh oleh ayahku soalnya dia tugas di luar kota. Sehabis berhenti dari dosen, ayahku diterima di perusahaan sawit di Sekayu. Jadi dia pulang seminggu sekali bahkan pernah sebulan sekali. Jadi memang ibu terus yang merawat aku dan adikku. Terkadang kalo liburan gitu, baru kita main ke tempat dinasnya ayah. Masa-masa SD masih bisa kuingat sedikit. Dulu aku gak punya banyak teman dikarenakan ibuku gak bolehin aku main di luar. Dia bahkan sampe beliin aku mainan yang banyak biar aku gak keluar sama sekali. Jadinya ya gini, aku gak suka olahraga dan hobinya cuma main di indoor aja. Tapi ya bersyukur sih jadi buat aku gak keluyuran kemana-mana kan. Itu enaknya kalo kalian sering main di rumah. Tapi itu membuat kalian kuat loh. Banyak orang yang aku liat misalnya dia gak ada temen kayak gimana gitu, kayak uring-uringan dan stress. Tapi kalo aku ada temen gak ada temen ya nyantai aja. Mungkin udah dibiasain dari kecil oleh ibuku ya. Malah udah gede gini aku lebih seneng sendiri, nonton atau jalan-jalan gitu. Ya gak masalah sih menurutku asik juga. Oke balik lagi. Ada informasi menarik juga nih soal aku. Kalian percaya gak kalo aku dulu minum susu pake dot itu sampe kelas 2 SD loh. Gak tau ya enak aja menurutku kalo ngedot tuh. Aku berenti ngedot karena ibuku narok sesuatu yang pahit gitu di dot. Baru aku kapok dan berhenti ngedot. Kalo gak mungkin sampe gede gini wkwk...
Pengalaman yang paling berkesan semasa aku kecil dulu adalah saat aku di ajarin oleh mbah Slamet (Alm.) main gitar. Dia adalah adiknya mbah Kakungku. Tinggalnya di Cimahi, Jawa Barat. Pas aku main ke rumahnya, aku liat ada gitar. Waktu itu aku masih kelas 5 SD dan belum mengerti memainkannya. Ya akhirnya aku ngeliat mbahku main gitar, bagus banget walaupun cuma main note di senar 1 dan 2 tapi bisa membuatku terkesan. Akhirnya aku penasaran dan meminta dia untuk mengajariku bermain gitar. Awalnya sakit banget jariku apalagi aku dulu masih kelas 5 SD kan. Tapi lama-lama aku bisa. Aku senang banget sampe-sampe pas di Palembang minta beliin gitar sama ayahku. Awalnya aku dikasih oleh-oleh gitar kecil dari Mbah Slamet, tapi entah aku lupa dimana sekarang gitar itu berada. Waktu aku kelas 6 SD pas ulang tahun aku dibeliin ayahku gitar dan buku chord. Aku belajar dari sana hingga aku mahir memainkan gitar seperti sekarang. Gitar juga lah yang merubah hidupku apalagi semasa SMP. Mungkin kalau dulu aku tidak pernah dikenalkan dengan gitar, hidupku gak bearti apapun karena aku juga bukan anak yang pintar di akademik. Terima kasih Mbah Slamet, semoga kau di tempatkan di tempat terbaik disisi Alloh SWT.

Itu aja sih cerita masa kecilku yang masih terngiang. Nanti kalo ingat lagi mungkin akan kuceritakan lagi deh di episode-episode selanjutnya. Pesan dari aku sih, hargai lah apa yang sudah kau dapat di masa kecilmu walaupun bagi semua orang itu tidak bearti apapun.

Friday, December 22, 2017

Sistem Skripsi di Departemen Manajemen Hutan UGM



Skripsi adalah sebuah tugas akhir dimana mahasiswa disusuruh mencari masalah akan suatu hal yang berkaitan dengan bidang studi yang diambil. Idealnya sih mahasiswa sudah mulai memikirkan skripsi itu mulai dari semester 7. Itu masa-masa dimana seorang mahasiswa disebut sebagai Mawa, Mahasiswa Tua. Tapi kalo kalian udah masuk semester 2 digit itu sudah disebut sebagai sesepuh kampus. Ya balik lagi, skripsi tentu memiliki tahap-tahap tersendiri, kalau di jurusan saya, kalian harus mengisi borang, membuat proposal (Untuk sebagian dosen saja) atau minimal mencari dosen pembimbing.
            Setelah kalian selesai dengan semua itu kalian boleh langsung mengerjakan skripsi kalian. Batas waktunya sih sampe kalian sidang nanti. Jadi di jurusan saya gak ada pakai semprop (Seminar Proposal) atau Semhas (Seminar Hasil). Kok enak banget ya ? Ooo jelaslah enak banget kalo kayak gitu jadi kalian gak usah khawatir kalau ketinggalan sama temen kalian yang sudah semprop, gak masalah toh kalian juga gak akan ada semprop. Terus kalian langsung konsul sama pembimbing dan nanti di arahin. Terkadang kalau kalian dapet pembimbing yang perhatian, beliau akan selalu menanyakan progress kalian, jika kalian tidak tahu akan diberikan pengarahan, itu dosen idaman pasti he he he.
            Namun dibalik sistem skripsi kami yang tak ada seminar proposal dan seminar hasil, itu adalah sebuah malapetaka bagi kami. Ketika ada seminar hasil mungkin disanalah ajang kalian akan dibantai habis oleh para dosen dan pasti banyak mendapatkan revisi. Baik itu yang sederhana cara penulisan sampai metode yang kalian gunakan. Kalian juga bisa mengevaluasi hasil dari penelitian yang kalian bangun. Ambil apesnya deh, kalau kalian nanti disuruh ngulang pun tak terlalu menyakitkan karena kalian belum sidang. Sehingga harapannya saat sidang nanti kalian bisa mendapatkan nilai yang maksimal dan tak perlu revisian terlalu banyak lagi. Namun berbeda saat kalian tak memiliki seminar hasil. Kalian akan dibantai habis oleh dosen pengujimu bahkan dosen pembimbingmu juga pasti akan ikut-ikut juga pada saat sidang. Mungkin kalian hanya akan diam saja di depan karena kalian tak tahu harus menjawab apa. Terus kalian akan mendapatkan revisian yang begitu banyak tentunya. Dan yang paling parah dari hal itu adalah nilai kalian gak akan bisa menyentuh A. Wow gak enak banget kan ? Apalagi sks skripsi biasanya sangat besar, mungkin 4-6 sks untuk skripsi (berbeda di setiap jurusan). Paling mentok kalian akan mendapatkan nilai A- itu pun jarang sih, paling A/B gila gila gila. Padahal bagi mahasiswa yang memiliki IPK pas-pasan, skripsi adalah harapan mereka untuk menaikkan nilai. Saya sangat yakin bagi orang yang memiliki IPK tinggi pun pasti berharap mendapatkan nilai skripsi yang baik juga. Mengerjakan skripsi itu tidak mudah dan waktunya pun terbilang tidak sebentar. Mereka juga pernah menjadi mahasiswa kan ? Apa ini ajang balas dendam ? Entahlah hanya mereka yang tahu apa yang mereka perbuat terhadap kami.

            Saya berharap sistem skripsi di Departemen Manajemen Hutan diperbaiki lagi atau di evaluasi, agar mahasiswa juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari usaha yang mereka buat. Alloh akan memudahkan segala urusan hamba-Nya apabila hamba-Nya tak pernah mempersulit sesama.

Wednesday, December 20, 2017

Bener Gak Sih Kalo Kata Temen Dosennya Enak, Nilainya Juga Enak Untuk Kita ?


            Mau cerita nih soal pengalamanku yang sangat nyesekin di hati. Kalian pernah gak sih denger testimoni dari temen-temen kalian misalnya gini,
Aku                        : Eh eh nem enak gak ambil dosen yang mata kuliah analisis bebek ?
Juminem                : Enak kok, aku kemarin dapet nilai A padahal pas ujian aku gak bisa ngerjain                                         tugasnya loh.
Aku                        : Masa sih ? Enak bearti ya ambil mata kuliahnya.
Juminem                : Iya ambil aja apalagi kalo kamu bimbingan dia, terus bantuin ambil data, aku                                       langsung dapet A. Gak usah ikut kuliah pun gapapa.
            Beginilah kisahku yang termakan oleh kata-kata temanku untuk mengambil mata kuliah tuh dosen. Lebih-lebih lagi, aku daftarin dia jadi pembimbing skripsiku. Aku adalah mahasiswa tingkat akhir yang IPK ku saja belum sampai 3,0. Sebenarnya semester ini adalah semseter terakhirku. Ya terakhir semester dengan 1 digit, semester depan dah 2 digit. You know what i mean, so i won’t tell you my nominal semester.
            Aku beruntung sekali karena semester kemarin aku bisa mendapatkan IP sesuai dengan harapanku. Ya lumayanlah di atas 3, namun itu belum bisa mendongkrak IPK ku jadi aku ambil banyak deh mata kuliah di semester ini. Ya itung-itung niat awalnya sekalian ngerjain skripsi (Manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang menentukan). Sangking ambisinya aku untuk mendapatkan IPK tinggi, aku ambil banyak deh matkul yang ngulang semua. Termasuk matkul yang kata temenku tadi.
            Awalnya sih emang sama tuh bapak gak enak banget apalagi dia selalu aja nyindirin aku. Bilangin percuma dengan IPK ku segini bisa ngejer 3 dan lain-lain. Entah aku pun gak ngerti kenapa bisa tuh bapak sewot banget, tapi nasi telah menjadi bubur dan akhirnya aku SABARRR. Pernah sesekali aku bimbingan ke dia dan dia langsung mintain aku untuk membantu dia dalam penelitiannya. Okee aku langsung cus soalnya demi mendapatkan nilai A broo. Bantuin dia ambil data di lapangan memang agak berat tapi aku lakuin aja, demi mendapatkan nilai A broo.
            Aku pun ngikutin apa kata temenku sih yang katanya gak usah kuliah amanlah. Okee aku gak pernah kuliah sewaktu bapaknya ngajar. Ya aku juga gak kuliah karena bantuin ambil data dia yang kebetulan nanti datanya akan menjadi dataku juga. Sesekali aku pernah sih dateng pas dia ngajar, tapi banyakan bolosnya aku. Dengan angkuhnya pun aku gak pernah belajar semasa UAS dan UTS, tapi menurut keyakinanku pas liat soalnya aku pun bisa ngerjain kok soalnya. Tapi entah bener apa kagak kan.
            Hatiku pun sungguh gembira sekali saat dibilangin temen-temenku bahwa aku bakal bisa dapet A jadi santai aja. Jreng jreng jrengg akhirnya aku UAS ku pun selesai. Beberapa hari setelah UAS kebetulan aku iseng aja pengen liat nilai walaupun katanya sih nilai belum tentu keluar sewaktu selesai UAS. Aku buka portal akademikku lalu kulihat nilaiku... Sumpah mataku pengen lepas rasanya, memang temenku terbaik bangett... Nilaikuu ancurrr banget di kasih tuh bapak. Malah lebih jelek dibandingin dengan nilaiku yang kemarin. Rasanya mulut ini ingin berkata kasar sekaleee. Nyesek broo rasanya. Nyesek Mennn. Padahal udah berharap banget bapaknya bisa ngasih nilai bagus. Padahal aku udah rela dicaci maki oleh tuh dosen. Jangan-jangan dia ini ada dendam tersendiri dengan aku. Entahlahh. Udah terlanjur dapet pembimbing dia lagi untuk skripsiku. Nyesek nyesek banget. Gak mau bantu sedikitpun dia waktu aku mau minta tugas tambahan gitu. Ingin ku bales gini rasanya : Astgahfirullah pak. Makasih. Tapi ya karena ini Indonesia yang masih ada budaya menghormati, jadinya gak aku bales.
            Intinya dari ceritaku adalah jangan terlalu percaya dengan kata orang tentang dosen yang katanya memberi nilai enak ke dia. Kita tidak pernah tahu apakah yang dikerjakan temen kita itu memang bener tidak bisa atau malah sebaliknya. Apalagi kalau kita tak pernah berusaha sedikitpun. Jangan beranggapan bahwa kau bakal beruntung sama seperti temanmu, anggap saja kau bakal sial lebih sial dari temenmu sehingga kau harus berusaha dulu sebelum mempercayai temen-temenmu. Percayalah dengan diri sendiri. Jangan mudah tergiur oleh omongan orang lain. Jangan pernah berharap keberuntungan akan menghampirimu, teruslah berusaha lebih keras. Dan ikhlas serta serahkan hasilnya kepada Alloh SWT.

Wednesday, December 6, 2017

Berhenti Merokok


  Ini adalah hari ketigaku untuk berhenti merokok. Entahlah akhir-akhir ini aku mulai melakukan hal yang di luar kebiasaanku. Ya sebenarnya itu adalah suatu hal yang kuperbuat untuk mengurangi rasa galau ku saja sih. Jangan di tanya kenapa aku galau, nanti kalau sudah siap akan ku ceritakan juga kok ke sini.
            Hari Senin, 4 Desember 2017 adalah hari dimana aku berhenti merokok untuk kesekian kalinya. Sedikit cerita sih, aku sudah sangat sering sekali ada keinginan untuk berhenti merokok. Bukan bearti aku membenci rokok tapi memang dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku ingin membuktikan kepada seorang wanita yang benar-benar aku cinta bahwa aku bisa melakukan hal yang positif. Aku yakin dia tak menyukaiku sampai detik ini salah satunya adalah karena merokok, meskipun masih banyak faktor lain. Ya aku ingin mencobanya. Dulu aku pernah mencoba untuk berhenti merokok, tapi hal tersebut hanya berlangsung beberapa hari. Kemudian aku balik lagi merokok. Biasalah kalau sudah kumpul sama temen pasti bakal balik lagi. Entah kenapa padahal tekadku sudah besar waktu itu tapi masih saja tergoda oleh teman-temanku. Aku tidak menyalahkan mereka, mungkin di dalam diriku masih ada keraguan. Aku ragu ketika aku gak merokok lagi ntar dibilang oleh teman-temanku gak asik lagi, atau apalah itu yang membuatku bingung. Disisi lain aku juga membutuhkan teman agar bisa menghiburku di saat hatiku kosong dan sedih, pasti kalian ngerti teman adalah segalanya bahkan bisa melebihi pacar.
            Waktu pertama kali aku berhenti merokok yaitu sebelum KKN. Aku sempat berhenti selama 3 hari, persis seperti sekarang yaitu hari ketiga. Namun sangat disayangkan, aku pecah telor di hari ketiga. Aku merokok lagi karena melihat temanku merokok sungguh nikmat sepertinya. Aku juga berfikir bahwa pas KKN pasti aku merokok lagi karena untuk membaur kepada masyarakat tentu dengan rokok (inilah pola pikirku sih mengenai rokok, yang mungkin saja inilah hal yang menghambatku untuk bertekad berhenti merokok). Ya benar, aku selalu berfikir bahwa ketika merokok, kita bisa bergaul dengan siapa saja. Rokok adalah pemersatu. Tapi memang benar sih. Selama ini aku merokok dan ketika aku bertemu orang baru dan ia pun merokok, perbincangan kami serasa dekat sekali. Tidak ada rasa canggung. Setiap hembusan serasa bisa berubah menjadi topik-topik yang asik. Walaupun kami minoritas (perokok) tapi kami serasa mayoritas yang memiliki sejuta ide untuk membangun negeri. Itu pendapatku sihh. Kalian boleh gak sepakat. Tapi mungkin bagi kalian yang perokok tentu paham tentang apa yang kubicarakan. Bagiku perokok bukanlah orang yang jelek atau apapun itu sebutan bagi perokok oleh kalian yang tak merokok. Aku kasih contoh, Ayahku, Presiden Soekarno, dan masih banyak lagi lah. Ayahku perokok tapi dia sangat hebat bisa menjadi tokoh di tempat tinggalku. Soekarno, ah tak usah kujelaskan pasti kalian tau. Kedua kalinya aku berhenti merokok yaitu sehabis KKN. Aku fikir ini adalah saat yang tepat bagiku untuk bisa berhenti merokok karena tak ada lagi praktek yang harus aku lakukan. Ternyata salah, aku hanya bertahan seminggu untuk tak merokok, selebihnya ya merokok lagi he he he. Malah aku makin menjadi ketika ayahku sudah memberikan izin padaku untuk merokok. Waktu beberapa minggu lalu ayahku ke Jogja bersama teman-temannya. Kebetulan dia mampir ke kos ku dan melihat tulisan di lemari yang kubuat. Anggaran rokokku sungguh besar yang membuat ayahku bertanya padaku. Tapi aku meresponnya dengan menghindar berusaha membela diri. Lalu pas dia mengajakku ke kafe untuk ngopi, aku gak tahan lalu aku meminta rokok kepada ayahku. Eh ternyata di kasihnya. Aku sungguh senang saat itu karena ayahku sudah mengizinkanku merokok.
            Setelah beberapa kejadian di atas. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti merokok lagi pada hari Senin kemarin. Aku merasa sudah seharusnya aku berhenti merokok karena sensasi merokok itu pada saat belum ketahuan oleh orang tuaku. Jadi kalau dirumah aku bisa sembunyi-sembunyi untuk merokok, setidaknya aku juga bisa berhemat merokok saat sedang di rumah. Belum lagi dulu, aku juga harus menahan merokok untuk waktu yang agak lama sehingga ketika merokok sensasinya sungguh nikmat. Namun sekarang ? Orang tuaku pun udah tau, pasti aku kalau merokok di rumah sekarang sudah diizinkan. Itu membuatku tak ada sensasi lagi saat merokok. Belum lagi pasti pengeluaranku makin besar saat sudah diberikan kebebasan oleh orang tuaku untuk merokok. Dan tentu hal yang paling penting juga bagiku adalah cewek yang kusukai itu tambah tak menyukaiku ketika melihatku tak ada perubahan di umurku yang sekarang. Walaupun dia bulan Februari ini sudah mau lamaran katanya kepada temanku. Setidaknya aku harus bisa berubah sedikit saja meskipun harapan untuk mendapatkannya semakin hari semakin berkurang. Aku hanya ingin membuktikan padanya bahwa aku pantas untuk mendampingi dia.

            Entahlah apakah aku bisa bertahan untuk berhenti merokok di minggu tenang seperti ini. Sensasi berhenti merokok adalah diriku selalu merasa cemas dan tidak tenang. Saat aku ingin belajar namun rasanya seperti tak bisa fokus. Berbeda saat aku merokok. Tapi kalau tak dimulai sekarang kapan lagi. Doakan saja aku bisa bertahan dari rasa perih ini. Satu lagi semoga IPKku naik di semester ini. Aminnn

Wednesday, November 29, 2017

Aku (Episode 1)

Setelah kupikir-pikir blog ini udah lama tapi belom pernah nyeritain tentang diriku sendiri. Kalo dipikir-pikir penting juga nulis tentang diri sendiri biar bisa tau mana yang harus dipertahanin dan mana yang harus dibuang.
            Bagi yang baca tulisan ini emang gak penting sih. Apalagi kalau kalian tipe orang yang sukanya ngeliat langsung dan gak bisa sepenuhnya percaya dengan yang ditulis seseorang.
            Aku sepakattt dengan tipe seperti ituu. Kadang kita liat di foto atau cerita orang-orang si doi itu baik pake bangett. Tapi ternyata pas dengan kita kok beda. Nahhh ituuu he he he...
            Jadi aku adalah titipan Allah yang ditujukan kepada orang tuaku. Entah gimana orang tuaku dulu pas buatnya, langkah-langkahnya seperti apa, aku pun tak tau yang jelas pas jadi ya gini. Punya wajah yang tak terlalu tampan, rambut gak bisa dirapiin karena bergelombang gitu (cocoknya kalau disisir kayak anak culun baru rapi), warna kulit tidak putih dan tidak hitam (bayangin sendiri), agak pendek tapi masih normal lah 165cm, idung mancung dongg, dagu agak belahh, berewokan, dibilang manis ya gak dibilang asin ya gak intinya aku orang yang biasa aja.
            Kalo cerita Ibuku, aku lahir di bidan. Dulu orang tuaku lagi gak punya duit jadi lahir di bidan udah cukup katanya, yang penting bisa keluar nih anak wkwkwk... Lokasi bidannya di Pasar Lemabang, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Aku pun gak tau masih ada atau gak bidannya. Nanti kapan-kapanlah aku mau nyari tuh bidan, ngucapin makasih he he he.. Tepatnya hari Selasa, 8 Agustus 1995. Kadang aku suka sama tanggal lahirku karena bertepatan dengan ulang tahun ASEAN wkwk...
            Terus kata Ibu juga pas aku lahir, tiba-tiba ayahku dapet rejeki nomplok untuk bayar duit persalinannya. Alhamdulillahhhh... Makasih Ya Allah... Mungkinn pas dapet rejeki, orang tuaku langsung zrezettt, terpikirlah oleh mereka untuk namaku yang pertama adalahhhh RIZQY. Kok bukan Riski, Rizki, Rizky, kok pake Q sih ? Nah itulah aku gak tau juga kok pake Q, alay bangett emang ha ha ha.. Syukuriii aja yang penting. Terus karena aku lahir bulan Agustus dan kebetulan ada tonjolan di antara paha, jadi dikasih nama keduaa adalahhh AGUSTIAN. Udah dua kata nih RIZQY AGUSTIAN. Terus satu lagi adaa nama belakangku. Aku pun gak tau sejarahnya gimana tapi denger-denger di keluarga besar sih, datukku (Kakek) itu pengen namanya ada di salah satu cucunya. Aku deh jadi tumbalnya. Nama kakekku BUCHARI. Jadi namaku adalah RIZQY AGUSTIAN BUCHARI. Wihhh pas 20 huruf wkwk...
            Aku adalah RIZQY AGUSTIAN BUCHARI. Anak pertama dari empat bersaudara. Ayahku namanya Cholil. Ibuku namanya Lestari Ujianti. Dua orang inilah yang dititipkan Allah untuk membesarkanku menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan negara serta menjadi berguna buat siapa saja hehehe..

            Terus gimana sih keluargaku ? 

Menyukai dan Tidak Disukai

Sedikit bercerita tentang menyukai dan tidak disukai. Pasti kalian pernah menyukai sesuatu hal. Baik itu orang, barang, bahkan hewan. Suka itu kalo menurut saya adalah peraasaan senang dari seseorang ketika melihat atau memiliki sesuatu. Jadi begini, kalau kalian sudah senang dengan sesuatu hal pasti kalian akan menyukainya. Bener gak ? Saya sangat yakin 100% pasti iyaa. Tapi suka belum tentu cinta. Kata-kata itu pasti kalian pernah mendengarnya kan ? Benar sekali ketika kalian suka akan barang misalnya, kalian tak pernah merawatnya, dibiarkan saja berdebu begitu saja tentu kalian gak mencintainya. Andaikata barang itu adalah manusia pasti dia sudah ngomel-ngomel kayak emak-emak galak hahaha...
            Apalagi kalau dengan orang. Ketika kalian suka dengan orang pasti kalian senang melihat sikapnya yang baik, rajin ibadah, rajin menabung, rajin nyapu jalan raya, rajin bersihin bulu ketek, pokoknya kalian ngeliat dia pada pandangan pertama tuh gimana rasanyaa... Tapi belum tentu kalian suka terus bisa cinta. Oooo tunggu dulu. Untuk bisa cinta kepada seseorang tidak bisa secepat itu. Kalian juga pasti ngeliat cara dia ke kamu. Semakin seseorang bisa menyentuh hatimu maka kamu pasti akan cinta ke dia. Apalagi kalau dia sering ngasih perhatian ke kamu. Uluu uluuu. Tapi gak juga kok. Saya pernah ngasih perhatian ke cewek dan dia nambah gak suka sama saya. Aneh yaa wkwk.... Ya intinya tahap awal untuk menyukai seseorang adalah suka terlebih dahulu. Tapi RAB kan ada juga tuh yang katanya benci jadi cinta ? Hmm kalo itu sih eek kudaa wkwk... Gak gak, benci jadi cinta emang sering terjadi tapi kayaknya cuma ada di sinetron deh ha ha ha... Aku pernah benci sama seseorang, malah kalo ngeliat dia makin mau eek. Kalau benci jadi cinta sih menurutku itu awalnya. Toh siapa tau orang yang kalian benci itu lama-lama buat kalian senang dan ujungnya jadi cinta. Ya balik lagi pasti kalian senang dulu kan.
            Beda halnya apabila kalian tidak disukai. Itu sungguh menyakitkan loh. Jangan harap apa yang kalian lakuin itu bisa buat semua orang senang dengan kalian. Tunggu duluuu. Mungkin kamu terkenal di kampus atau sekolah atau di TK mu. Kita terkenal emang banyak faktor sih. Bisa karena kita bandel, berprestasi, tukang PHP, dan lain-lain lah. Terkenal yang saya bilang disini adalah kalian seolah bisa membuat semua orang menyukai kalian. Tapi ternyata gak semua orang loh senang dengan sikapmu. Misalnya kamu tukang penghibur di kampus. Padahal niatmu kan baik agar membuat orang tertawa saat bersamamu, padahal di sudut paling tersudut, banyak orang yang membencimu lantaran risihlah, itulah, inilah. Entah saya sendiri aja gak ngerti dengan orang-orang yang kayak gini. Padahal dia sendiri gak bisa ngelakuin apa yang kita lakuin.

            Begitulahh tulisan saya yang agak kurang jelas ini. Intinya adalah saat kamu disukai ataupun tak disukai oleh orang-orang di lingkunganmu, tetaplah jadi dirimu sendiri. Orang-orang cuma bisa mengomentari tapi tak bisa kalau disuruh melakoni apa yang kamu lakuin. Ambil yang bisa kamu ambil dari omongan orang, tapi buang yang gak penting. Jangan lupa selalu bahagia :) 

Radio

Sudah lama tak menulis lagi. Rasanya tangan agak kaku dikit he he he.. Tapi aku udah sering pemanasan nih, caranya dengan ngerjain seluruh tugas yang ada. Kali ini aku pengen cerita aja deh soal Radio. Sumpah kaku banget aku wkwk..
            Langsung aja ya daripada bingung mau nulis apa. Kalo menurut seluruh buku yang aku baca tentang menulis, semuanya bilang hal yang sama yaitu tulislah semua yang kamu ingin tulis. Oke okee jadi aku mau cerita tentang Radio.
            Akhir-akhir ini aku sering banget dengerin Radio di kosan. Apalagi sekarang di Jogja lagi musim hujan. Sekitar sebulan yang lalu kan ceritanya kuota ku habis. Entahlah semenjak tugas kuliah menyerang jadi ngabisin kuota lebih besar. Belum lagi kalo aku ngerjain tugas, harus sambil dengerin musik biar nyaman ngerjainnya. Hari itu kuota habis mana hujan deres dan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ya gabut deh di kos. Kalo nonton TV bosen banget, acara sinetron semua kalo sudah malem. Entahlah, sejak aku merantau jadi kurang suka nonton TV. Senengannya nonton Youtube kalo gak anime he he he..
            Kebetulan di kosanku ada speaker yang bisa radio. Aku coba otak-atik ternyata bisa deh karena aku sudah lama gak gunain nih speaker buat radio. Terus tiba-tiba aku bisa semangat lagi deh ngerjain tugas. Kebetulan saluran favoritku sih 89,50 FM.
            Setelah sebulan sering dengerin radio lalu aku terfikirkan manfaat radio. Jadi menurut pengamatanku seperti ini. Radio punya beberapa keunggulan terutama buat anak kos yang memiliki uang jajan terbatas (seperti saya). Pertama, dengerin radio gak perlu kuota yang banyak. Kalian taulah anak jaman sekarang senengannya nonton Youtube, JOOX, Sportify, dan lain-lain. Memang enak sih apalagi Youtube bisa mengakses semua lagu yang kamu ingin tau. Apalgi ada video clipnya juga kan asik. Tapi menurutku Youtube itu selalu muter lagu-lagu yang sering kita buka aja. Jadi lagu yang ditawarkan hanya lagu-lagu yang sudah kita puter sebelumya. Terus kita juga gak tau kalo ada lagu-lagu lain yang mungkin menurut kita bagus. Di Youtube juga terlalu banyak makan kuota apalagi kalo gak ada wifi di kosan. Sungguh gak asik. Dibandingkan dengan radio. Radio kadang muter-muter playlist yang asik sesuai dengan kondisi pada hari itu. Jadi misalnya cuaca hujan pasti lagu yang di puter yang syahdu-syahdu. Terkadang di radio juga memutar lagu-lagu lama yang mengingatkan kita lagu favorit pas SMP atau SMA. Kedua radio bisa memberikan banyak informasi-informasi. Di saluran 87,5 FM kadang penyiarnya ngobrolin info-info terbaru yang terkadang kita juga baru mendengarnya. Hal ini membuat kita kaya akan pengetahuan walaupun sedikit tapi bermanfaat dan tidak HOAX. Ketiga, radio juga bisa diputer dimana pun tanpa menggunakan sinyal. Kita gak perlu ngangakat-ngangkat HP ke atas buat ngencengin sinyal, cukup duduk manis sambil dengerin musik. Masih banyak lagi lah hal positif yang bisa kita ambil.
            Namun kelemahan radio begini. Kita gak bisa ngerequest lagu yang ingin kita puter karena sudah di atur oleh penyiarnya. Lalu radio juga gak ada gambar wkwkw.. Kalo ada gambar mah televisi. Belum lagi radio juga gak bisa 24 jam menemani kita, gak kayak mamang Gojek.

            Itu aja sih yang pengen aku ceritain pada kesempatan kali ini. Entahlah tulisanku kayak amburadul soalnya udah jarang nulis lagi. Tapi semoga kalian bisa seneng juga dengerin radio yaa. Siapa tau nanti jamannya balik lagi kayak jaman dulu. Kalo gak dibiasain nanti kalian susah. Apalagi sekarang kita udah terbiasa dengan smartphone. Jadi generasi menunduk. Nah ini juga jangan dibiasain. Intinya biasakanlah tak menggunakan teknologi-teknologi masa kini sehingga tidak menjadi ketergantungan.

Saturday, November 4, 2017

Setiap Orang Bisa Menjadi Baik

Setiap orang belum tentu pernah melakukan hal yang buruk. Tak semua orang pernah melakukan hal buruk, ya dalam artian melakukan tindakan yang tak disenangi oleh orang lain dan berdampak besar terhadap kehidupannya. Hal buruk kadang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar. Bahkan terkadang tindakan ini dilakukan demi membahagiakan orang yang melakukannya. Hal yang paling sulit ketika seseorang melakukan hal buruk adalah labelling yang diberikan oleh orang disekitarnya. Sebagai contoh ketika kamu memberi harapan palsu ke cewek pasti seumur hidup kamu bakal disebut dengan cowok PHP. Ya gak seumur hidup juga tapi pasti kamu memiliki catatan buruk di orang-orang sekitarmu terutama wanita, karena wanita lebih perasa dibandingkan pria. Tapi label pada setiap orang tentu berbeda-beda misalkan mabuk di tempat umum dan berjoget konyol serta yang lain-lain. Tetapi ada hal yang sama dari labeling menurut saya, yaitu ketika kamu sudah tidak berbuat hal seperti itu lagi pasti kamu tetap di label yang sama. Sungguh tidak menyenangkan bukan ? Ya begitulah dampak dari labeling dan itu juga yang tak saya mengerti dari setiap orang yang memberikan label tersebut.
Everybody can change, kata itulah yang selalu saya tanamkan di dalam diri saya. Setiap orang bisa berubah, mungkin keburukan adalah awalnya tapi kebaikanlah endingnya. Tapi tak semua orang percaya akan hal itu bahkan menurut pendapat beberapa pendapat orang keburukan adalah suatu kebiasaan dan nantinya mungkin akan berulang. Bagi saya itu tidak benar, jika seseorang yang pernah melakukan keburukan dan berubah lalu perubahan itu menjadi kebiasannya yang baru tentu keburukan yang pernah dia lakukan tak akan terulang kembali. Banyak contoh seperti Ustad Jefri dan Ustad Yusuf Mansur. Intinya ada niatan di hati seseorang.
Hal yang tersulit bagi orang-orang yang pernah melakukan hal buruk terhadap wanita adalah ketika dia berubah dan mendekati wanita lain di lingkungan yang sama, tentu beberapa wanita mungkin tidak bisa menerimanya apalagi wanita yang pernah disakitinya berteman dengan wanita yang mau didekatinnya sekarang misalkan. Sungguh ironi dan malapetaka bagi pria tersebut. Padahal dia sudah berubah dan tak akan melakukan hal yang sama pada wanita yang akan didekatinya. Tapi karena label sehingga membuat dia tak mungkin bisa diterima keberadaannya. Mungkin bagi saya ketidakpercayaanlah yang membuatnya bisa seperti itu. Ketika kamu sudah tidak percaya dengan seseorang, sebesar apapun usaha orang tersebut untuk membuatmu percaya pasti kau tetap tak akan pernah bisa percaya. Menyakitkan.

Bagi kalian yang pernah merasakan hal yang seperti itu tak usah pernah khawatir. Tetaplah percaya pada dirimu sendiri dan jadikan keburukanmu sebagai awal dari kebaikan yang kamu perbuat. Jangan pedulikan kata orang, mungkin peduli boleh sebagai pembelajaran untuk bisa lebih baik lagi. Tetaplah berubah menjadi pribadi yang baik. Jika lingkungan lamamu tak pernah bisa menerimamu relakanlah. Tapi kau harus menemukan lingkungan baru dan jangan membuat kesalahan yang sama. Mungkin lingkungan lama mu sebagai tempat latihan saja dan praktekanlah di lingkungan barumu. Buatlah lingkungan lamamu menyesal karena tak bisa percaya dengan dirimu dan buatlah lingkungan barumu sebagai tempat terakhir untuk kenyamananmu. 

Saturday, October 28, 2017

Renungan Penyesal

Kalian tau apa yang disebut dengan sebuah penyesalan ?
Saat melakukan kesalahan yang takkan termaafkan dan mungkin seumur hidupmu akan terus menghantui. Tak ada obat satu pun yang bisa menyembuhkannya. Bukan hanya sekali, namun kau ulangi untuk kedua kalinya. Entah apa itu yang dinamakan terlalu sayang atau kau memang orang yang terlalu egois hanya untuk kepentinganmu sendiri. Seseorang yang kau perjuangkan, kau kejar, kau pertahankan, tetapi malah dilepas begitu saja dan katanya kau cinta, sayang tetapi kau marahi dia kau hardik dia sampai ketitik dimana hati kecilnya tersentuh. Dua kali lakukan kesalahan yang sama, dua kali pula disia-siakan. Tak habis pikir yang kau lakukan itu seperti apa dan mungkin hanya kepuasaan sesaat. Ragu itu puas malahan akan menjadi beban yang akan ditanggung hingga kau menemukan obat penawarnya. Racun itu akan menyebar ke dalam hingga terbawa mimpi.
Sungguh penyesalan yang didapatkan bukan kepuasaan atau apapun yang menyenangkan. Hubunganmu tak akan baik. Ya tak akan baik hingga kau menemukan obat penawarnya.
            Dalam benakmu pasti ingin memperbaiki kesalahan ini. Tapi dengan apa ? Kau mencoba menghubungi mereka untuk meminta maaf akan kesalahan yang diperbuat. Segala cara dicoba agar rasa takut yang selalu menghantui itu hilang. Segala media sosialmu di block, tak ada satupun media yang bisa kau gunakan kecuali kau hampiri rumahnya dan ketemu langsung. Tapi apakah orang tuanya akan menerima ? Mungkin akan menerima jika kau berperilaku sopan sesuai dengan tata krama yang ada. Lalu apakah dia dan dia akan menerimamu. Mungkin kau akan disuruh masuk namun tak akan dihiraukan olehnya. Apakah aku terlalu berfikir negatif yang berlebihan ? Kan ini belum dicoba. Memang belum dicoba tapi lihatlah upaya yang kau lakukan selama ini tak ada hasilnya kan ? Sungguh ya lucu.
            Masa lalu yang indah dan dibangun dengan kerja keras serta usaha. Ketika kau membutuhkan teman untuk bercerita ia dan ia akan selalu ada. Bosan pasti pernah ada tetapi setidaknya itu hanya sejenak. Lalu setelahnya kau takkan pernah merasa bosan lagi. Ada yang memerhatikanmu (bukan orang tua), menyuruhmu makan, mendengar cerita hari-harimu, memberikanmu sebuah motivasi dan inspirasi, selalu mengingatkanmu jika kau salah, indah ya memang begitu indah masa lalu yang memang dibangun dengan jerih payah. Coba kau bayangkan dulu pernahkah kau mendengar keluh kesahnya, atau mengerti akan perasaannya ? Sepertinya tidak pernah. Hanya mementingkan ego dan keinginanmu saja. Ingat lagi apakah kau puas dengan dirinya yang kau dapatkan ? Apakah tak ada wanita lain yang kau dekati juga ? Jawabannya pasti ada dan kau tak pernah merasa puas. Bodoh sekali dirimu dulu. Kau tau yang kau dapatkan itu adalah yang terbaik namun dilepaskan begitu saja. Malah mendekati wanita lain sana sini. Kau malah memperjuangkan seseorang yang tak pasti didapat. Apa yang di depan mata malah diacuhkan seolah itu hanya sebagai pelampiasan saja. Bodoh bodoh bodoh mungkin sekarang saat kau tak mendapatkan ia ia yang seperti itu lagi baru menyesal.

            Sungguh miris hidupmu sekarang. Kuliah lama bahkan kau kesepian saat malam hari. Kau membutuhkan obat penawar. Carilah obat penawar itu. Beranikan dirimu untuk mencoba serius dengan yang kau pilih. Ketertarikan muncul saat pandangan pertama. Carilah itu lalu beranikan diri unruk mendekatinya. Jangan ragu untuk berusaha.

Saturday, May 27, 2017

Pertentangan Hati


“ Astaga... Mimpi apaan ini.” Aku tersentak langsung dari tempat tidurku. Jantungku berdebar-debar rasa takut serta panik. Keringatku mengucur deras layaknya habis berlari 1 km. Bibirku kering gemetar, bayang-bayang mimpi itu masih terngiang di benakku. Aku masih terduduk di atas tempat tidurku mencoba mengembalikan nyawaku yang terbang-terbang melayang dari alam mimpi sana. Kepalaku pusing karena memang aku baru tidur pukul 3 malam sehabis berlatih gitar untuk kompertisi minggu depan. Aku ambil segelas air di atas meja disebelah tempat tidurku, ku teguk sampai habis untuk menghilangkan dahaga ini. Perlahan kutarik nafas dalam-dalam kurasakan suasana sekitarku yang memang terlihat hening sekali. Tiba-tiba terdengar suara azan subuh berkumandang, memanggil untuk melalukan sholat. Aku lihat jam dinding di depanku, jam menunjukkan pukul setengah 5 tepat. Baru kali ini aku bangun jam segini tak seperti biasanya sih. Mungkin Tuhan sedang berbaik hati membangunkanku agar tak telat datang ke sekolah seperti biasanya. Aku merenung sejenaik membayangkan mimpi yang semalam, perlahan tapi pasti ingatan mimpi itu mulai memudar dari kepalaku. Aku pun hanya teringat sedikit dan saat aku mencoba mengingat mimpi itu dari mana awalnya, ya jawabannya tak ingat sedikit pun. Itulah mimpi tak pernah tahu awal dari mimpi tersebut, namun jika tak kita tulis di dalam buku tentu mimpi itu akan pudar begitu saja. Kuberanjak bangun dari tempat tidur, entah mengapa rasanya aku ingin menunaikan sholat subuh. Dengan wajah serta mata masih setengah ngantuk aku berjalan ke WC untuk mengambil air wudhu. “Allahu akbar..” aku melakukan sholat, dalam setiap sholat aku selalu berdoa agar diberikan seseorang yang terbaik untukku. Sejak kejadian antara aku dan Naya, kami memang tak pernah berhubungan lagi satu sama lain. Pupus harapanku untuk bisa dekat dengan dia selalu. Hari-hariku serasa sepi, kami memang berada di satu tempat namun serasa seperti jauh. Aku hanya bisa memandang dia dari kejauhan, saat kami berpapasan hatiku selalu saja berdetak kencang, aliran darahku mendidih, ada rasa tak enak untuk menegurnya jujur bingung sekali. Mangkanya setiap kali aku berdoa sekarang berikan jodoh yang tepat untukku dan satu lagi apabila memang Naya adalah jodohku tolong Engkau dekatkan selalu. Hanya dua doa itu yang aku sampaikan, jujur Naya memang saat ini adalah orang yang memberikan kekuatan untuk tetap melangkah maju selalu. Kurapikan lagi sajadah dan sarung yang kugunakan kemudian aku berbaring lagi di tempat tidurku sembari menunggu terang untuk mandi. Hari ini tak boleh telat lagi. Harus berubah menjadi lebih baik walaupun berat sih rasanya ninggalin Miyabi di laptop. Ternyata menunggu itu bosan sekali, kuintip dari kamar ibuku belum bangun, ayahku masih terpulas di hadapan laptopnya, kamar adikku masih gelap juga padahal baru 5 menit sehabis aku sholat tadi tetapi aku serasa lama banget menunggu. Memang berat sih kalau nunggu lama-lama tuh, malah enakkan ditunggu kayaknya ya. Aku rapikan tempat tidurku kemudian aku bergegas mandi walaupun masih menunjukkan pukul 5 pagi. Rasanya segar mandi pagi itu ternyata. Bulir-bulir air dingin seolah masuk menembus daging ini, membangkitkan semangat untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Kesegaran yang sangat jarang sekali aku dapatkan karena selama ini aku mandi selalu terlambat dan tak pernah kunikmati kesegarannya. Ku gosok badanku satu persatu, memang nikmat sekali menggosok badan sampai ke tengah-tengah belahan selangkanganku. Kurasakan getaran-getaran yang menambahkan energi kehidupanku. Ku basuh semua sabun yang menempel di badanku dan kulap semuanya. Aku terkejut saat keluar kamar mandi ternyata ibuku telah bangun serta menyiapkan sarapan pagi, wajahnya basah mungkin bulir-bulir air wudhu yang menempel di wajahnya.
“Halo Bu.”, sambil mengeringkan rambut kusapa ibuku
“Wehh tumben Do kamu sudah mandi pagi-pagi gini, mau nemuin cewek ya ?”, ibuku menyindir sambil mengoleskan mentega pada roti tawar di atas meja makan
“Gak kok bu ini memang pengen aja bangun pagi, masa tela...”, aku langsung berhenti sejenak takut ketahuan ibuku kalau sering telat
“Tel apa emangnya ?”, ibuku berhenti sejenak mengoles rotinya merasa penasaran dengan kata-kataku
“Telalu on time terus maksudnya hehe.”, aku pun mulai panik mau berbicara
“Oh yaudah kamu siap-siap deh biar tambah on time dateng ke sekolahnya ya.”, ibuku melanjutkan pekerjaannya di dapur
“Siap beres bos.”, sambil bergegas dan memberi hormat untuk bercanda dengan ibuku
Sambil bersiul kecil aku akupun langsung ke kamar untuk memakai seragam sekolahku, seperti biasa ini hari Kamis dan pelajaran yang sangat kusenangi adalah Kimia lebih lama dibandingkan mata pelajaran lain. Sepertinya keberuntungan berpihak padaku hari ini. Tak terasa matahari mulai terbit perlahan, suara kendaraan pun mulai terdengar berlalu lalang walaupun sepertinya belum ramai. Ku siapkan semuanya di depan ruang tamu agar aku tak lupa membawa tasku, sebenarnya inilah yang menyebabkan aku telat setiap saat. Aku terkadang lupa untuk membawa tasku lalu saat di tengah jalan dan teringat, aku pulang lagi dan mengambil tasku lagi. Kebanyakan seperti itu sih tapi terkadang memang aku yang telat bangunnya sih. Semua sarapan telah tersedia di atas meja makan, rasanya hari ini banyak sekali jenis makanan yang ada di atas meja makan. Susu, teh, kopi, roti tawar bakar, sandwich, burger, ada juga lauk kemarin yang dihangatkan oleh ibuku. Enak sekali kalo makan seperti ini, bahkan aku bisa menghemat uang jajanku untuk tidak makan di sekolah.
“Bu tolong bawain Rando bekal dong, pengen nih burger dibungkus.”, sambil mengunyah burger aku meminta tolong kepada ibu
“Oke dengan senang hati nak.”, ibuku berjalan mengambil burger dan membungkusnya untukku
Fitri datang perlahan, raut masih ngantuk.
“Tumben kak bangun jam segini.”, sambil menguap
“Iya dong, emang kamu aja yang bisa bangun pagi.”, aku gak mau kalah
“Hebat-hebat kayak mau nemuin cewek aja.”, fitri duduk disebelahku sambil menghirup teh hangat
Aku sejenak terdiam, bayangan Naya sempat terlintas di benakku. Namun ku paksa untuk menutupnya dalam-dalam walaupun berat rasanya.
“Iya mau nemuin Bu Siti guru Kimia. Mau pacaran dulu kami.”, aku langsung cabut sehabis berbicara gitu meladeni Fitri gak selesai-selesai
Matahari mulai bersinar cerah, cahayanya masuk ke sela-sela jendelaku. Aku langsung berpamitan dengan ibuku dan pergi ke sekolah. Motorku telah stand by karena sehabis mandi sempat aku panaskan terlebih dahulu. Ku pakai helmku lalu kutancapkan gas seperti biasa menyusuri jalanan menuju sekolah tercinta. Burung-burung mengiringi perjalananku, tak pernah kurasakan suasan pagi yang damai seperti ini. Lampu merah tempat biasanya aku berceloteh, mengumpat hal-hal buruk entah orang mau bilang apa melihat mulutku komat kamit menyumpahi polisi lalu lintas, kini sepi sekali seolah aku yang memiliki jalan ini. Kicauan burung turut mewarnai perjalananku menuju ke sekolah, ku gas motorku dengan perlahan tak seperti biasanya karena memang saat ini aku belum telat masih lama banget aku masuk sekitar 45 menit lagi.
            Seperti biasa warung Bu Yah selalu buka di pagi hari, aku menyapa Bu Yah dengan senyuman untuk hari ini aku tak perlu parkir di depan warungnya karena gerbang sekolah terbuka lebar seolah menyambut kedatanganku yang penuh dengan kejutan. Pak Supri pun belum terlihat di depan gerbang, biasanya dia selalu tepat waktu untuk memburu mangsanya. Aku masuk melewati taman sekolah untuk pertama kalinya karena biasanya aku kan lewat jalur lain. Taman sekolah tak seperti biasanya apalagi tepat di depan ruangan guru, biasanya taman itu kotor dipenuhi daun-daun yang rontok namun kali ini bersih dan rapi sekali banyak tanaman-tanaman baru yang di tanam di sana. Pagi ini penuh nikmat sekali, melihat sekolah seperti melihat surga yang indah. Motorku berhenti di parkiran paling depan karena tak ada satupun orang yang parkir di sana sekarang, mungkin yang lain masih mandi pikirku. Semua kelas masih terkunci ternyata, kucoba buka kelas lain ternyata sama semuanya masih terkunci. Akhirnya aku memutuskan untuk ke depan aula menunggu sampai kelas di buka, aku berjalan menuju ke sana dengan senyum yang lebar kalau kalau ada yang lihat kan bisa jadi bahan gosip bahwa Rando sang Raja Telat akhirnya datang pagi. Ku lihat mobil sedan hitam melaju tepat ke arahku, pelan seolah dia mau memutar balik mobilnya. Aku pun melihat dengan aneh, tumben ada anak yang datang pagi juga kayak gini. Rajin banget nih anak pasti pikirku sesaat. Lalu turunlah seorang wanita dengan rambut lebih dikit dari bahu memakai bando, wajahnya putih memakai kaca mata putih, lalu dia sempat tersenyum kepada orang yang di dalam mobil itu mungkin ayahnya karena terlihat tua, hidungnya mancung dan bibirnya sedikit tipis, wajahnya pun enak dipandang. Ia melambai sewaktu mobil itu mulai perlahan pergi. Ku pandangi cewek itu, senyumnya indah juga kulihat dia terlihat bingung karena pintu kelas tertutup semua. Dia pun menoleh ke arahku, tepat di sebelahku dia menatap. Lalu dia berjalan perlahan ke arahku, duduk di sampingku dengan santainya. Aku pun penasaran dengan cewek ini, baru kali ini aku melihatnya di sekolah. Padahal setiap hari aku selalu di luar kelas untuk bertemu dengan Naya kalau gak ke ruang band berlatih sama anak-anak.
“Eh kamu kok datengnya pagi banget ?”, aku mencoba memulai percakapan
“Kamu sendiri juga pagi kan.”, jawabnya singkat
“Ya iya sih, tapi aku biasanya telat loh datengnya.”, aku menjawab lagi
“Beneran ? Bagus dong.”
Dalam hatiku nih cewek jawabnya singkat banget, gak kenal apa dia sama aku. Setahuku orang-orang tau semua kok dengan aku. Sial.
“Kok aku gak pernah ngelihat kamu sih di sekolah. Jangan-jangan kamu pindahan ya ?”, kataku sambil sedikit menyindir
“Emang untuk apa sering diliat orang ? Cuma mau eksis aja, kadang orang gitu sombong semua.”, jawabnya sambil menoleh ke arah jam tangan putihnya
“Gak lah, aku disini banyak menyumbang piala dari lomba band antar sekolah. Tapi biasa aja kok malah sering dihukum juga aku.”, aku mulai marah dengan tanggapannya
“Loh itu kamu sombong ?”, langsung dia tegak menuju ke ruang kelas karena tak terasa teman-teman sudah pada berdatangan
“Ya tapi kan....”, belum sempat aku menyelesaikan omonganku dia langsung pergi.
Emang cewek kayak gini buatku kesal. Memang kita ini terkenal di sekolah tapi kan kita menyumbang piala juga untuk sekolah. Bukan anak-anak yang ada gang itu memamerkan kekayaan orang tua saja. Tapi jujur aku nambah penasaran sama nih cewek, baru kali ini aku bertemu cewek yang ngomong jutek tapi langsung kena banget di hati. Aku sempat tertawa dan merasa senang, akhirnya aku punya tujuan untuk memulai baru dan gak bakal menemui Naya lagi. Aku berfikir untuk mencari tahu siapa sih nih anak. Mungkin si Bagdi tau nih gumamku tentang cewek tadi. Kan kamusnya Bagdi lengkap tentang cewek. Nah akhirnya kelas dibuka juga, aku langsung lari dengan tersenym menyambut hari ini.
****
“Gimana tugas kalian apakah sudah selesai semua ?”, Bu Narni bertanya pada semua murid di kelas. Terlihat wajah para siswa bingung takut terkena semprotan ceramah panjang yang bisa menembus telinga hingga menyesekkan pernafasan. Ada yang menoleh kiri dan kanan berbisik-bisik seperti menayakan kepada temannya “Kamu udah ngerjain belom bro ?’, wajah-wajah itu tak dapat ditutupi. Krusuk-krusuk terdengar sangat kencang sehabis Bu Narni menanyakan hal tersebut kepada para siswa. Hanya satu orang di tengah krusuk-krusuk para siswa yang berjumlah 32 orang yang berani dengan lantangnya memecah keramaian tersebut.
“Saya Bu sudah selesai semua tugasnya.”, ujar Rando yang sambil mengacungkan telunjuknya. Teman-teman Rando merasa aneh tercampur takjub tapi lucu, ada yang tertawa kecil di sudut kelas melihat Rando seperti itu. Memang reputasi Rando telah pudar kalau soal akademik dan banyak sekali teman-teman yang suka bercandain Rando.
“Seriusan ? Kamu sudah selesai ? Siapa namamu ?”. tanya Bu Narni.
“Rando bu absen 24.”, jawab Rando
“Oke, silahkan jelaskan tentang tugasmu biar teman-teman tahu semua.”, suruh Bu Narni
Rando bangkit dari tempat duduknya kemudian bergerak ke depan, Rando kali ini ada di belakang sekali meja baris nomor 2 dari pintu di sebelah kiri. Teman-teman Rando menoleh ke arah Rando semuanya seolah mata mereka mengikuti langkahnya Rando untuk maju ke depan. Rando mulai sedikit panik melihat ekspresi teman-temannya yang begitu aneh menatap Rando. Tapi dengan tegapnya Rando maju memenuhi permintaan dari Bu Narni. Dia maju ke depan kelas serta membacakan hasil dari tugasnya. Sesekali Rando menggunakan spidol layaknya seorang guru untuk menjelaskan mengenai rumus kimia yang begitu rumit. Bu Narni hanya mengangguk-angguk saja mendengar penjelasan Rando, dia menatap seisi kelas sesekali dia menegur siswa yang ribut agar memperhatikan Rando. Matanya seolah ada banyak karena Bu Narni sangat sigap dan tahu apabila ada satu siswa saja yang tidak memperhatikan padahal terlihat matanya menatap penjelasan Rando. Sungguh mata yang sangat peka yang tersimpan di belakang kacamata bulat ala 80an mungkin. Rando terlihat sangat semangat menjelaskan tentang tugas Kimia reaksi atom, dia pun tidak hanya menjelaskan tentang reaksi atom saja tetapi menjelaskan bagaimana kaitannya untuk materi yang lainnya. Tak terasa telah 30 menit Rando menjelaskan, ada yang tertidur pula di sudut belakang sebelah baris Rando. Namun Bu Narni tetap memperhatikan Rando, dia serasa takjub ada siswa yang begitu histeris untuk belajar Kimia.
“Oke cukup.”, suara Bu Narni memecah keheningan
“Baiklah bu, saya akhiri terima kasih.”, ucap Rando sekaligus menutup persentasinya
Rando pun kembali ke tempat duduknya, dia duduk dengan wajah yang sangat bahagia sekali. Dia telah puas, pengorbanannya semalam sudah terbayarkan semuanya.
“Kamu saya kasih 90 langsung, saya takjub ada murid seperti kamu di kelas ini.”, puji Bu Narni
Rando hanya mengangguk-angguk saja tapi terlihat jelas wajah senangnya yang tak bisa ia tutupi. Kelas pun telah selesai, para siswa bersiap moving class ke kelas berikutnya.
“Ciee Rando hebat banget hari ini.”, puji teman wanita di kelasnya
“Haha gak kok cuma kebetulan aja tadi.”, ucap Rando malu
            Langkahnya terdengar kencang seakan rasa penasaran terus menghantui Rando. Baru kali ini dia merasa penasaran dengan seseorang karena selama ini hanya Naya lah yang bisa membuat rando merasakan hal tersebut. Namun sekarang ada seseorang yang mampu membuat rasa itu kembali hadir di tengah-tengah permasalahan yang terjadi di antara mereka berdua. Suasana seperti biasa di sekolah ramai ketika waktunya istirahat. Kantin masih dipenuhi oleh anak-anak kelas 10 yang berada di asrama karena mereka jarang memakan masakan yang enak. Rando pun pernah mengalami hal yang serupa sehingga cerita itu akan terus diingatnya. Guru-guru sibuk merumpi ria, diduga pasti mereka bercerita tentang siswa-siswa bandel yang ada di sekolah, mungkin juga tentang kehebohan baru-baru ini mengenai pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Perbincangan yang sangat familiar, bisa di tebak oleh murid-murid biasa. Sepertinya hari ini tak ada yang mendapatkan hukuman, terlihat Pak Supri sedang menganggur melihat bunga-bunga yang baru ditanam tepat di taman depan ruang guru baru bermekaran. Sangat jarang sekali Pak Supri bisa bersantai seperti saat ini. Rando duduk di taman sebalah aula kemudian merenung mengingat samar-samar wajah perempuan jutek tadi. Matanya tertutup rapat seakan khayalan itu semakin dalam terlihat nyata. Sesekali dia tersenyum sendiri sambil melihat-lihat seisi sekolah dan tersirat di wajahnya bahwa dia sedang mencari cewek itu. Kemudian dia tersentak bangun, bibirnya terlihat kaget dan tersenyum lebar licik. Dia sepertinya menyadari bahwa ada hal yang dilupakannya, dengan segera dia berlari menuju ruangan kelas.
***
Duh dimana ya si Bagda, giliran dibutuhin pasti dia selalu menghilang entah kemana. Aku pun lupa dia ada di kelas mana karena terkadang jadwal kelasnya berbeda dengan jadwal kelas lainnya. Dia memang agak sedikit pintar karena kelasnya termasuk kelas percepatan. Kulihat cowok berkulit putih, kurus dan tinggi berjalan menuju ruang 15, berjalan bersama 2 orang cewek yang sepertinya adik kelas. Tak asing lagi itulah Bagda. Lalu aku bergegas menghemat waktu istirahat yang semakin berjalan maju. Berulang kali aku panggil tapi tetap saja Bagda tak mendengar, memang tuh anak telinganya agak kurang. Dari belakang aku rangkul bahunya berusaha untuk mengagetkannya. Dia sangat tersentak melihatku merangkulnya dari belakang, mungkin dia kira aku cewek yang tiba-tiba marah akibat perbuatan dia di sekolah.
“Eh kemana aja aku cariin dari tadi.”, ucapku pada Bagda sambil kurangkul bahunya
“Ternyata si Raja Telat dateng, suatu kehormatan.”, jawab Bagda sambil bertekuk lutut layaknya bertemu seorang Raja
“Si kampret masih aja ya, udah berdiri.. anak-anak pada ngeliatin tuh kampret.”, ucapku dengan malu
“Yoi bos kita duduk dulu lah ya.”, ucap Bagda
Kami masuk ke ruangan Bagda yang berada di lantai 2 gedung B. Kelas ini memang khusus untuk anak yang masuk kelas percepatan sehingga aku sangat asing dengan kenyamanan yang ada di kelas ini. Bangku-bangku tertata rapi dan memliki sekat yang terbuat dari plastik bening, AC pun sangatlah dingin, proyektor terlihat baru dan lantainya pun menggunakan karpet berwarna biru. Super nyaman sekali tinggal di kelas seperti ini, hal wajar anak-anak percepatan jarang keluar kelas karena memang kelas yang mereka dapatkan sangatlah bagus sekali. Suasana kelas sangatlah hening walaupun di penuhi oleh para siswa. Mereka sibuk membaca buku pelajaran seolah mempresiapkan persenjataan untuk menjawab soal-soal yang akan dilontarkan oleh guru mereka. Padahal kupikir-pikir belum tentu juga guru akan bertanya, sia-sia aja mereka belajar apabila tak ditanyakan. Kami berdua masuk ke dalam kelas duduk di bangku paling depan, bangku kelas ini memang seperti bangku kuliah yang sekaligus meja. Ku balikkan bangku ku mengarah ke arah Bagdi yang menghadap papan tulis. Ku lirik kiri dan kanan karena berbahaya sekali apabila informasi ini dapat ketahuan oleh orang-orang lain. Lalu aku mendekatkan diri ke arah Bagda dan berbisik kecil.
“Da, kamu tau gak cewek pake kacamata putih, kulitnya putih, suka bandoan trus jutek gitu ?”, bisikku bertanya
“Hmm sebentar ya aku buka kitabku terlebih dahulu.”, Bagda membuka smartphone nya, mencari aplikasi yang dia buat sendiri mengenai data cewek-cewek yang ada di sekolah. Wajahnya terlihat serius sekali, memang Bagda akan serius apabila membicarakan tentang cewek. Dia sangat terobsesi dengan penemu majalah Playboy.
“Hmm ketemu do, mungkin ini ?”, ditunjukkannya sebuah foto persis seperti yang kulihat tadi pagi. Hidungnya serta bibir tipisnya tak akan pernah Rando lupakan karena bibir itulah yang selalu membuat Rando agak terlihat kesal.
“Nah ini dia pas sekali. Siapa tuh namanya da ?”, ucapku penasaran
“Ini namanya Zahria Putri Yunda anak XI IPS 3.”, jawab Rando sambil menatapi fotonya
“Oke, makasih ya sayang.”, aku merasa sedikit lega dan kucium jidatnya Bagda lalu pergi saja
“Si anjing, dasar homo.”, jawab Bagda membalas ciuman Rando di keningnya
Suara Bagda mengumpat mulai tak terdengar lagi karena aku berlarian menuruni tangga untuk menuju Gedung A ke tempat anak-anak IPS belajar. Gedung A berada agak jauh dari Gedung B karena memang apabila di satukan akan menimbulkan perpecahan anatar anak IPA dan IPS. Aku lari seolah takut kehabisan waktu, lalu aku dengan terengah-engah mencari ruangan Zahria. Kulihat satu persatu kelas tak ada sampai aku ke lantai 2, kulihat sesosok hawa dengan kulit putih serta hidung yang mancung, bibir tipisnya, dan kacamata putih yang selalu di pakainya. Ya ketemu deh Zahria. Aku pun merasa puas serta senang entah rasnaya rasa penasaranku telah terbayarkan dengan mengetahui identitasnya. Ku pandangi dia dari kejauhan, dia sangat asik membaca buku kayaknya seprti novel sambil menikmati bekal yang terlihat seprti buatan ibunya. Dia terlihat fokus dan teman-teman yang lain sepertinya tak ada yang mau menemaninya. Aku pun heran mengapa dia sendiri duduk di barisan belakang tepat di pojok kiri. Serta teman-teman yang sendang merumpi di depan, mata tak bisa dibohongi mereka sesekali menoleh ke arah Zahria dan mengeluarkan cibiran kecil yang hanya mereka yang tahu. Entah apa alasan teman sekelasnya mencibir dia tapi memang sih kalau soal jutek wajar anak-anak kesal, aku pun sama sih seperti tadi pagi tapi itulah yang membuat menarik dari Zahria menurutku. Wajah Zahria hanya tenang-tenang saja sambil membaca novel, mungkin terlihat kesal juga sih melihat kita tak ditemani anak-anak karena mungkin mereka tidak suka dengan sikap kita tapi harusnya kita bisa menghargai perbedaan tersebut. Sesekali Zahria menoleh ke arah teman-temannya yang ada di depan seolah penasaran dan ingin bergabung bersama teman-temannya untuk mengobrol, sepertinya tak bisa wajah murung sering di tunjukkannya di bawah buku novelnya hanya dari samping seperti aku yang bisa melihat jelas. Dia mengambil headset lalu mendengarkan musik sepertinya keputusan itu dia buat untuk menghibur hatinya. Sebenarnya aku ke sini hanya ingin penasaran saja melihat dia, tapi sepertinya hatiku mulai tertegun melihat dia seperti ini. Ku putuskan menjahili Zahria siapa tau bisa menghibur hatinya. Aku pun melangkah pelan-pelan, mataku sesekali menoleh ke arah dia agar tak ketahuan. Aku pun memasuki kelas, teman-teman Zahria di depan seolah kaget melihatku masuk karena aku yakin mereka tahu aku dan merasa heran. Aku berjalan ke tempat duduknya, dan
“WOYY.... “, aku mengagetkan Zahria. Wajahnya tak terkejut sih, si kampret emang ya buat orang kesal. Baru ku lihat ternyata dia pakai headset. Aku copot headsetnya dan berbisik,
“Asik ya baca novelnya.”, aku berbisik ke telinganya
“Astaga, kamu lagi ternyata.”, dia agak sedikit kaget
Aku langsung mengambil posisi di depan tempat duduknya. Meratapi matanya. Walaupun Zahria terlihat biasa tapi mata tak bisa dibohongi, dia merasa sedikit canggung mungkin baru pertama ada yang mengajak ngobrolnya.
“Ngapain kamu ke sini Ran...?”, ucap Zahria sambil melepas headsetnya
“Ya gapapa toh ini bukan sekolahmu kan ?”, jawabku jutek
“Tapi kamu merusak pemandangan di depanku.”, ucap Zahria
“Terserah aku ya, eh BTW kamu tau namaku ?”, sambil tumpukan tanganku di bawah dagu
“Ehh tuh di dadamu terlihat jelas kok nametagnya.”, jawab Zahria sambil membenarkan rambutnya
“Ohh iya deng hhe. Yaudah aku ke sini pengen kenalan aja sih. Salam kenal ya, namaku Rando.”, sambil tersenyum dan mengulurkan tanganku. Ku lihat di sekitar kelas banyak yang heran sepertinya
“Mau banget kenalan sama aku ? Ntar nyesel loh kamu.”, jawab Zahria seolah membuatku tambah penasaran
Tanpa banyak basa basi langsung ku ambil tangannya, “Salam kenal ya Zahria semoga kita bisa menjadi teman. Aku duluan ya.”
“Eh kokk..”, Zahria bingung
Aku langsung pergi meninggalkan dia sambil melambaikan tanganku, terlihat wajah Zahria tersenyum kecil mungkin dia malu atau baru pertama kali ini ada yang mengajak dia kenalaan seperti ini. Teman-teman Zahria mencibir kecil di depan, menambah bahan gosipan mereka.
Aku pun senang sekali bisa membuat Zahria seperti itu, ya itung-itung pembalasan dendamku sih karena tadi aku juga kan ngomong agak sedikit menggantung di depan dia. Balik ke kelas ah ucapku karena memang bentar lagi kan mau masuk.
****
            Terlihat dari kejauhan Kak Ewo dan 2 temannya mengahmpiri Rando di depan kelasnya Zahria. Kak Ewo datang dengan wajah kesal seperti ada sesuatu hal yang ingin disampaikannya tetapi dengan cara yang tak biasa. Rando keluar kelas Zahria dengan biasa saja karena dia baru berkenalan dengan orang yang sangat buat dia penasaran selain Naya. Tiba-tiba 3 orang mendekat dan salah satunya adalah Kak Ewo. Rando menoleh ke arah mereka bertiga terutama tatapannya berfokus pada Kak Ewo. Kak Ewo pun menarik baju Rando, dia terlihat sangat kesal sekali. Lalu Rando dengan refleksnya mendorong Kak Ewo ke belakang cukup membuat Kak Ewo hampir terjatuh. Kedua temannya berusaha memegang Rando namun Rando tetap sigap sesuai dengan bela diri yang dia pelajari ketika SMP, Rando menarik tangan temannya dan mendorong kedua teman Kak Ewo menabrak kotak sampah walaupun badan Rando tak terlalu besar dan tinggi dibanding Kak Ewo namun dia memiliki tenaga yang lumayan besar.
“Ada apa Kak sebenarnya ini ?”, Rando bertanya dengan halus kepada Kak Ewo. Kak Ewo pun membenarkan bajunya dan seolah ingin memukul Rando lagi namun diurungkannya ketika melihat Raka datang dari belakang Rando. Dia hanya berdiri namun membuat Kak Ewo seperti ketakutan bersama kedua temannya yang lain. Teman-teman satu sekolah berkumpul seperti melihat pertunjukkan yang jarang terjadi di sekolah ini.
“Ada apa Do ?”, ucap Raka sambil menggulung lengannya di dada
“Entahlah ka aku juga gak paham soalnya, tiba-tiba dia ini dateng.”, ucap Rando sambil terengah-engah
“Eh do kamu jangan deketin Naya lagi. Sadar diri dong, dia tuh gak bakal suka sama kamu.”, ucap Kak Ewo marah sambil menunjuk ke arah Rando
“Jadi ini kak masalahnya, kan bisa diselesaikan baik-baik harusnya. Kak aku dan Naya tuh gak ada apa-apa hanya temenan doang. Apa sih yang kakak takutin ? Kalau fisik lihat, lebih bagus kakak di bandingin aku, kepintaran pun sama. Jadi kenapa takut banget ?”, Rando mengeluarkan isi hatinya
Kak Ewo hanya terdiam mendengar perkataan Rando. Di antara teman-teman yang berkumpul terlihat Zahria melihat dari dalam kelas kondisi Rando yang bisa terlihat emosi namun ditutupinya. Zahria pun merasa tak menyangka, selama ini dia mengira Rando adalah anak yang populer di sekolah, sedikit jahil, dan tak pernah sedikitpun dalam kamu Zahria tipe cowok seperti Rando mengerti akan masalah percintaan. Tapi ini di luar ekspetasi Zahria, orang populer pun seperti Rando mau berkenalan dengan Zahria ini juga yang menyebabkan Zahria mulai timbul kegelisahan dan rasa penasarannya kepada Rando. Ingin mengetahui lebih jauh lagi mengenai Rando.
            Suasana hening sesaat, Raka mengusir teman-teman yang ada di sekitar Rando dan Kak Ewo. Mereka kecewa karena diusir seperti itu tetapi mau gimana lagi tak ada yang berani dengan Raka di sekolah ini. Suasana seketika hening sesaat. Udara di sekitar memang terasa sedikit panas padahal masih pagi. Mereka pergi mencari tempat yang sepi dan jauh dari orang agar tak ada gosip apapun.
“Jadi gimana Kak Ewo ? Aku minta maaf saja kalau memang aku sudah menganggu Naya. Aku gak akan deketin dia lagi.”, Rando mengulurkan tangannya ke Kak Ewo
Kak Ewo memikir sejenak mengambil nafas karena dorongan Rando yang lumayan keras membuat dadanya sedikit sakit.
“Oke aku juga minta maaf terasa seperti kekanak-kanakan hal seperti ini.”, Kak Ewo menjabat tangan Rando dan memeluknya
“Eh wo, awas kamu gini lagi ke Rando. Kamu tau kan siapa aku ?”, ucap Raka sambil menunjuk Kak Ewo
“Udah ka santai kok.”, Rando memgang badannya Raka sambil menenangkannya
“Maaf ka aku gak tau dia temenmu ternyata.”, wajah Kak Ewo terlihat takut
“Yaudah pergi-pergi.”, ucap Raka kepada Kak Ewo dan temennya
Kak Ewo pun pergi bersama teman-temannya untuk masuk kelas. Kedua temannya memegang dada mereka seakan terasa sakit terkena dorongan Rando.
            Raka dan Rando tertawa setelah Kak Ewo dan temannya pergi. Mereka merasa sekolah ini milik mereka berdua saja tadi padahal kalau ketahuan guru bisa berbahaya mereka.
“Eh do kalau ada apa-apa bilang aja ya lain kali jangan sungkan.”, ucap Raka kepada Rando
“Oke bro tenang makasih banyak ya tadi. Ternya kamu terkenal juga.”, Rando menyindir Raka
“Iya dong terkenal. Eh bolos aja yok sekali kali ke ruang band.”, ajak Raka
“Hmm bolehlah. Aku juga mau cerita nih.”, ucap Rando
Mereka berdua berjalan ke ruang band sambil mengendap-endap karena apabila ketahuan bisa gawat juga. Dalam perjalanan mereka bercerita banyak sekali, seolah mereka seperti sedang curhat satu sama lain. Mereka terlihat riang sekali satu sama lain. Begitulah kehidupan di dunia musik semakin dekat maka mereka semakin bisa mengatur ritme permainan band mereka. Memang teman-teman Rando di satu band sangatlah akrab sekali, karena mereka sering latihan bareng juga dan memenangkan beberapa kompetisi bersama mulai dari kelas 10 smester 2 dan kenangan itu gak akan mereka lupakan.
****
“Ha ? Seriusan ?”, ucap ku dengan kencang di dalam kelas membuat semua isi kelas menoleh ke arahku setelah mendengar cerita Gina
“Naya jangan ribut di kelas.”, ucap Pak Guru yang sedang menjelaskan materi Bahasa Indonesia
“Masa sih Kak Ewo gituin Rando ?”, ucap ku  berbisik
“Iya Nay rame kok tadi. Waktu Kak Ewo mau mukul Rando di dorongnya Kak Ewo sam 2 temennya oleh Rando. Eh malah mereka yang jatoh. Hebat juga ya si Rando.”, sambil tertawa kecil Gina
“Ya iyalah Rando tuh kan ada bela diri dari SMP. Kak Ewo mah apa.”, ucapku
“Ciee kok kamu belain Rando sih jadinya, pacarmu tuh Kak Ewo.”, ledek Gina
Aku cuma diam saja memikirkan kondisi mereka berdua. Tak habis pikir aja sih kok bisa Kak Ewo kayak gitu dengan Rando padahal aku sudah bela-belain menjauh dari Rando demi menjaga perasaannya. Gak habis pikir banget aku kok kayak anak kecil. Pasti Rando nambah benci banget sama aku, itulah yang terlintas di benakku sekarang. Ku lihat di luar jendela suasana sedang sepi sekali, angin pun tak ada daun daun pun tak ada yang bergerak sedikitpun dari rantingnya. Terik matahari menyambar dengan sangat panas. Hari ini aku pun merasa gerah untuk sekolah, kipas angin pun sampai tak kuat sehingga ada salah satu dari mereka di kelas ini yang mati, mungkin sangking panasnya terik hari ini. Kakiku ku gerakkan terus menerus menahan kesabaran untuk terus bertanya tentang kejadian yang terjadi. Pak Guru pun tak berhenti mengoceh di depan berbicara tentang sastra, ya dia hanya berceloteh pelajaran yang sering ku baca setiap hari. Ku lihat Gina memperhatikan guru dengan sangat seksama ya mungkin dia tidak ingin posisinya sebagai juara kelas direbut oleh orang yang lebih berusaha dibandingkan dia.
            “Tettttt”, bunyi panjang inilah yang kutunggu-tunggu sejak 1 jam yang lalu. Segera ku bergegas membereskan semua peralatan yang ada di meja, anak-anak yang lain masih mengobrol tapi aku sudah lelah menahan kesabaran untuk bertemu Kak Ewo. Ku lihat Gina hanya melongo melihat muka ku yang menahan rasa amarah serta rasa penasaran, mukaku memang terlihat datar dan satu senyum pun tak ku lontarkan. Ku gendong tasku bergegas menemui Kak Ewo, aku memang biasa pulang dengan Kak Ewo sejak Pak Min tak lagi menjemputku. Pandangan ini hanya tertuju pada satu tempat yaitu parkiran mobil yang terletak di sebelah ruangan guru, Kak Ewo pun belum muncul juga di sana. Mataku tiba-tiba teralihkan oleh seseorang yang baru saja keluar dari ruangan favoritnya. Telah lama aku memang tak menghubungi dia, sejak Kak Ewo melarangku dan kami terus bertengkar lalu kuputuskan tak menghubunginya lagi. Sifatnya masih sama seperti 3 bulan lalu, wajar sih baru 3 bulan kami tak berhubungan namun entah mengapa serasa seperti beberapa tahun. Karena dialah orang yang selama ini bisa mengerti aku, mengerti tentang kehidupanku, kesukaanku, bahkan kesedihkanku. Kini terasa kosong saat ingin berkeluh kesah, memang Kak Ewo orang yang perhatian namun aku masih berani bertaruh kepada orang-orang yang mengatakan Rando lebih rendah rasa perhatiannya dibandingkan Kak Ewo. Terkadang aku bingung dengan orang yang tak mengenal Rando, dia hanya dipandang sebelah mata mengenai sifatnya yang usil dan mesum, tapi di balik dirinya itu ada sesosok lelaki lembut yang hanya bisa keluar apabila kuncinya dibuka dengan perlahan. Walaupun memang Rando terkenal karena kemampuan musiknya sangat baik di sekolah ini. Rando berjalan dengan Raka sambil tersenyum serta bercanda. Aku hanya bisa berpura-pura tak melihat dia, walaupun mata ini tak bisa menahan terlalu lama. Wajah anehnya memang bisa membuatku rindu akan lawakannya yang memang tak lucu sebenarnya. Rasanya ingin kupanggil dia tapi tak bisa. Mobil sedan putih Kak Ewo telah parkir di tempat biasa, segera aku berlari untuk menanyakan kepadanya. Jujur hati ini sangat kesal mendengar cerita Gina, aku sungguh tak bisa bersabar lagi dengan sifatnya yang terlalu protective kepadaku seakan aku ini tahanan dia kali. Tak sengaja karena aku buru-buru lewat depan Rando, kulihat sesaat wajah Rando yang memang terlihat kesal saat melihatku tapi kini tak kupedulikan dan aku sekarang akan mencari tahu penyebabnya. Semakin dekat aku dengan mobilnya Kak Ewo, ku buka pintu mobilnya dan aku tutup dengan kencang.
“Santai dong Nay tutupnya, buru-buru ya kamu ?”, tanya Kak Ewo dengan nada lembut
“Kak kenapa sih kamu ? Jujur aku bingung sekali dengan kamu sekarang.”, ucapku dengan nada yang sedikit kencang
“Kamunya yang kenapa, tiba-tiba dateng langsung marah-marah.”, Kak Ewo berusaha memegang tanganku
“Udah gak usah megang (ku tarik tanganku), kakak kenapa sih tadi nyamperin Rando kayak anak kecil aja. Aku kan udah bilang ke kakak gak bakal berhubungan dengan dia lagi. Tapi kenapa sih masih aja kakak kayak gitu ke Rando. Rando tuh apa sih kak dibanding kakak. Fisik dan mungkin sifat orang semua tahu kok lebih baik kakak dibanding dia, tapi kok aneh banget kakak malah takut dengan dia. Aku gak nyangka banget punya pacar yang kayak gini.”, aku semakin kesal untuk menceramahi Kak Ewo entah apa lagi yang harus kukatakan
“Yaudah aku juga udah minta maaf dengan dia kok. Udahlah Nay jangan dibahas lagi.”, ucap Kak Ewo seolah malu dengan dirinya sendiri
“Males aku kak, mending aku naik taksi aja puolang. Satu hal lagi, kalo mau ngalahin Rando dalam bela diri, kamu gak akan pernah bisa.”, ucapku terakhir sambil keluar dari mobil dengan wajah kesal aku berlari ke luar sekolah untuk menunggu taksi.
            Dalam perjalanan ke depan sekolah aku selalu terfikir dengan kondisi Rando. Dia pasti sakit hati banget dengan kejadian yang kekanak-kananakan tadi. Begitulah Kak Ewo suka mengambil keputusan sendiri dan tak pernah berfikir panjang. Beda banget dengan Rando yang mempertimbangkan dengan sangat detail tapi entah mengapa aku jatuh cinta dengan Kak Ewo. Walalupun Rando memang baik tapi seperti ada satu hal yang kurang dari dia entah aku pun masih tak tahu apa. Itulah yang membuatku sampai sekarang tak ingin lebih dari Rando walaupun aku sudah tahu bahwa dia memiliki rasa kepadaku. Terik matahari semakin panas saja mungkin malam nanti mau hujan. Langkahku semakin pelan untuk berjalan ke depan pintu gerbang, entah perasaanku saja atau memang yang terlihat seperti itu banyak sekali orang-orang yang melihat ke arahku. Terutama cewek yang berkaca mata putih ini, dia aneh banget sih melihatku dari depan pos satpam sekolah. Jelas bunyi motor itu seperti ku kenal, bunyi motor lama dan aku pernah menaikinya sangat sering dahulu. Rando, dia lewat begitu aja di depanku dan berhenti di depan cewek berkaca mata itu. Terlihat senyum Rando sangatlah tulus disampaikannya kepada cewek itu. Mereka terlihat sedikit berbincang-bincang entah apa aku tak bisa mendengarnya dengan jelas. Rasa penasaranlku mulai muncul perlahan, secepat ini Rando melupakanku seperti itu saja. Tanpa ada rasa peduli sedikitpun, tak lagi dia menegurku, senyum pun juga gak. Rasanya hati ini bercampur aduk seolah ada perang antara hati dan logika. Melihat itu tak terbesit lagi pikiran positifku karena dahulu memang Rando juga sama seperti itu kepadaku. Aku mulai menarik nafas sejenak, mungkin inilah hukuman buatku yang secepat itu juga untuk menyia-nyiakan pengorbanan Rando.